Belanja kosmetik yang berseka

kosmetik

Beragam merk dan nuansa warna yang ditawarkan oleh banyak produsen kosmetik dipasaran.    Karena selera dan kebutuhan para wanita berbeda satu dengan yang lainnya, maka  produsen biasanya menyertakan tester,  yang ditujukan agar pembeli bisa mencoba langsung kosmetik atau makeup pada kulit mereka. Sayangnya, tester yang ada di gerai kosmetik terbukti mengandung banyak virus dan bakteri.

Saat baru dibuka dari kemasan, tester memang masih baru dan higienis, tetapi saat banyak orang memakainya, menyolek atau mengoleskan pada kulit, ada banyak perpindahan bakteri dan virus dari satu orang ke orang lain. Bayangkan, dalam satu hari ada berapa puluh wanita yang mencoba tester satu batang lipstik. Itupun seringkali tester baru diganti beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian.

Penelitian yang dilakukan Rowan University di Glassboro, New Jersey, Amerika Serikat mengungkap bahwa tester kosmetik sangat rentan mengandung E.coli, staph dan strep yang merupakan bakteri penyebab sakit tenggorokan.

Untuk meminimalisir perpindahan bakteri ke dalam tubuh kita, selalu mencoba tester lispstik atau eyeshadow pada punggung tangan. Hindari langsung mencoba pada bibir atau mata karena dapat menimbulkan iritasi, gatal bahkan sakit tenggorokan. Saat mencoba blush on, aplikasikan pada telapak tangan ketimbang langsung di pipi. Pastikan Anda membawa tisu basah untuk mengusap sisa makeup di punggung tangan, atau minta pada gerai kosmetik. Jika tidak ada, segera cari wastafel dan cuci sisa makeup yang Anda coba. (Radar bnymas/IK)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.