Eit. Stérek Tapi Geuning Gampang Ku Emplu

Seterek

Pria “jantan” berbadan kekar mungkin terlihat sehat dan kuat. Namun siapa yang sangka, mereka lebih mudah terserang flu dan lebih lama sembuh dari penyakit tersebut. Sebuah penelitian baru menunjukkan, sistem imun pria tidak efektif dalam melawan virus flu.

Pria “jantan” umumnya memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi, namun itulah faktor yang menjadikan mereka paling rentan terjangkit flu, kata peneliti. Studi tersebut juga menemukan, pria memiliki respons sistem imun yang lebih lemah pada virus flu dibandingkan dengan wanita. Ini karena testosteron memiliki “efek buang” pada sistem perlawanan tubuh terhadap flu.

Profesor Mark Davis, ketua studi dari Stanford University di California mengatakan, alasan perbedaan itu mungkin berhubungan dengan teori evolusi. Pada masa lalu pria lebih banyak berburu dan berperang sehingga lebih mudah terserang penyakit. Sistem imun mereka pun lebih banyak digunakan.

Sayangnya, hal inilah yang membuat sistem imun mereka menjadi bereaksi berlebihan yang memicu gangguan autoimun. Kondisi tersebut merupakan saat sistem imun menyerang tubuhnya sendiri. Namun seiring waktu kondisi tersebut mulai menurun dan hasilnya sistem imun pun melemah, meski bukan berarti lemah.
Studi sebelumnya menemukan, wanita lebih rentan mengalami gangguan autoimun dan permasalahan yang berhubungan sistem imun lainnya. Kendati demikian, Davis mengatakan, prinsipnya orang yang lebih sering berada dalam keadaan yang mengancam sistem imun biasanya lebih rentan mengalami kondisi tersebut.

Dalam studi baru yang dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy if Sciences melibatkan 53 wanita dan 43 pria yang diberikan vaksin influenza yang tidak lain adalah virus itu sendiri yang dilemahkan.

Mereka menemukan, wanita memiliki respons antibodi yang secara signifikan lebih kuat sehingga lebih baik dalam melawan virus. Sementara pria dengan kadar testosteron tinggi justru memiliki respons antibodi yang lebih rendah.

Para peneliti menyarankan agar ke depannya dikembangkan sebuah penelitian untuk menemukan gen yang menekan efek dari testosteron pada sistem imun tersebut. Bobotohcoid/Kompas/ar.-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.