Ngebir Heula Terus Ngejambret Dan Ngadék Korban

sisca

Dua terdakwa kasus penjambretan yang menewaskan Fransisca Yofie, Wawan alias Awing dan Ade Ismayadi alias Epul, dijerat pasal berlapis. Keduanya terancam hukuman mati. Hal itu terungkap dalam sidang perdana di Ruang VI Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Senén kamari.

Awal mula terjadinya penjambretan terhadap  Sisca Yofie pada Agustus 2013 di kawasan Setrasari Indah 2 No. 11. Saat itu Wawan yang membawa tas menghampiri Ade. Ia mengajaknya melakukan penjambretan sambil mengeluarkan golok dari dalam tas.

“De, hayu urang ngajambret,” ceuk Wawan.

Kemudian dengan menggunakan Suzuki Satria, Ade membonceng Wawan menelusuri Komplek Setrasari. Saat melewati pos ronda keduanya berhenti. Wawan lalu mengeluarkan sebotol bir dan keduanya nenggak. Setelah bir habis, mereka melanjutkan pencarian target. Di lokasi TKP Wawan meminta Ade eureun. Saat itu mobil Sisca Yofie terparkir dengan pintu depan sebelah kanan terbuka. Korban sendiri tengah membuka pagar garasi rumah.

Wawan mengambil tas dari dalam mobil korban. Namun korban mengejar terdakwa hingga berhasil merangkul leher terdakwa. Terdakwa mencoba melepaskan cengkraman tangan korban dengan cara menyikutnya. Kemudian terdakwa ngadék tiga kali ke arah belakang kepala korban.

Cengkeraman tangan korban melemah. Korban pun terjatuh namun sempat memegang jaket terdakwa. Rambut korban lalu masuk ke dalam gir motor hingga tubuhnya terseret sepanjang 200 meter. Karena rambut korban tersangkut gir, motorakhirnya berhenti. Terdakwa Wawan lalu memotong rambut korban dari gir menggunakan golok. Korban ditinggalkan di lokasi dengan kondisi tertelungkup dan penuh darah. bobotohcoid/galamedia/ar.-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.