Sapertilu Murid Milih Bolos

Menantang maut, mungkin ungkapan ini cocok untuk para siswa SD di Kampung Waru, Desa Sangiangtanjung, Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten. beberapa waktu lalu.
Menantang maut,  para siswa SD di Kampung Waru, Desa Sangiangtanjung, Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten. beberapa waktu lalu.

Méh sapertiluna murid SDN III Cikelét, Kecamatan Cikelét, Kab. Garut, kapaksa teu sakola. Mereka tidak bisa menyeberangi Sungai Cikarang yang kian berarus deras pada musim hujan dalam perjalanan menuju sekolahnya.

Kata Guru SDN III Cikelet, Hidayat, sepertiga dari total 74 muridnya tinggal di Kampung Biru dan Kampung Cikarang. Antara dua kampung tersebut dan lokasi sekolah di Kampung Tegalayang, terdapat Sungai Cikarang selebar 10 meter yang   memisahkannya. Saat musim kemarau warga dan para murid bisa melewatinya dengan cara berjalan langsung di atas sungai. Namun, saat musim hujan, arus air sungai semakin deras dengan permukaan air kian meninggi. Akhirnya, para murid memilih untuk tidak bersekolah.

Mulai Oktober sampai Februari, arus sungainya jadi deras. “Dalam sebulan, kalau biasanya mereka sekolah 24 hari, waktu musim hujan, mereka sekolah cuma 16 hari sebulan,” kata Hidayat Selasa kemarin. bobotoh.id/tribunnews/ar.-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.