Intina Mah Bobotoh Satuju Aturan PT LI Di Stadion

Yana.

Yana Umar mengaku siap mendukung PT Liga Indonesia (LI) dalam mewujudkan kondisi kondusif, kala Bandung melakoni laga kompetisi di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung musim 2014. “Pada prinsipnya saya setuju, jika sifatnya menggangu pertandingan. Sulit memang jika harus seperti itu. Kalau kita menyalakan flare atau kembang api dan semacamnya setelah pertandingan berakhir, saya kira wajar, karena tidak mengganggu pertandingan,” kata Yana, Rabu.

Salah seorang pentolan Viking Persib Fans Club ini juga mengatakan, untuk dapat mengakomodir semua suporter Maung Bandung yang tak lain di dalam stadion bukan suatu pekerjaan mudah. Untuk itu, dia pun menginginkan agar PT LI mensosialisasikan kebijakan tersebut secara continue. “Sulit untuk mengubah kebiasaan itu, PT Liga harus dapat mensosialisasikan kebijakan tersebut melalui media massa. Karena tidak semua membaca berita. Kalau mau, jangan hanya satu kali, harus terus berlanjut sosialisasinya.”

Jika sosialisasi telah berjalan, Yana optimistis suasana kondusif akan dapat terwujud di setiap pertandingan Maung Bandung. Sebagai salah satu pentolan Viking, dia pun mengaku akan terus mengingatkan bobotoh. Caranya melalui media jejaring sosial. “Di sini juga perlu ketegasan Panpel. Kalau memang ada bobotoh yang menyalakan flare dan mengganggu pertandingan ditindak saja. Di sini harus ada ketegasan dari Panpel jika memang ingin kondusif.”

Sebelumnya, PT LI telah menyelenggarakan manajerial meeting, Senin (27/1/2014) dan menghasilkan beberapa peraturan baru bagi setiap klub kontestan Liga. Salah satunya adalah mengenai tingkah laku suporter di dalam stadion. PT LI tidak menghendaki suporter membawa benda-benda membahayakan, seperti flare, petasan, dan lainnya. Jika masih ada suporter yang nakal, klub dan suporter bisa dikenai sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Bobotoh.co.id/inilah,com/ar

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.