Koalisi Ngulik LPG Jadi Taktik Pulitik Klasik

koalisi

Koordinator Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, menyebut kebijakan kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram (kg) di awal tahun 2014 sebagai skenario politik. “Setelah harga gas elpiji naik, maka partai-partai koalisi akan muncul sebagai ‘Pahlawan’. Sejak awal kemungkinan memang dibuat skenario untuk menaikan harga elpiji, tetapi skaligus begitu diumumkan PT Pertamina akan dibatalkan justru oleh partai-partai yang sebelumnya mendukung,” ujar Ray.

Dengan menjadi “Pahlawan Kesiangan”, kata Ray, maka partai-partai terlihat pro rakyat, peduli pada kesulitan dan sensitif terhadap kehendak publik. Dengan begitu pula, sedikit banyak diharapkan akan dapat menaikan baik popularitas maupun elektabilitas partai.

Kini, lanjutnya, setelah dinaikan dan terlihat ada amarah masyarakat, dua parpol tersebut buru-buru “balik badan”, seolah tidak mendukung sama sekali. “Mereka bahkan mengecam Pertamina karena seolah tak sensitif dengan beban masyarakat,” tukasnya. “Maka sekarang kita hanya bisa menunggu skenario dan permainan-permainan berikutnya.”

Partai politik peserta koalisi pemerintah belakangan beramai-ramai menolak kenaikan harga gas elpiji berukuran 12 kilogram. Reaksi penolakan ini dinilai sebagai upaya cari muka kepada rakyat apalagi menjelang Pemilu 2014 demi meraih simpati.

“Penolakan sejumlah parpol khususnya yang tergabung dalam koalisi pemerintahan tidak lebih dari cari muka kepada publik. Apa yang dilakukan dengan dalih kepentingan rakyat saat ini, lebih besar pada pencitraan semata. Sebab, mereka bagian dari pemerintah yang memimpin saat ini,” terang Direktur Eksekutif Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto.

Menaikkan harga elpiji adalah domain Pertamina, namun pemerintah juga harus tetap bertanggungjawab. Kata Heri, kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang diklaim pemerintah dinaikkan Pertamina tanpa sepengetahuan pemerintah hanya dramatugi semata.

“Masa parpol-parpol pemerintah itu tidak tahu, kan tidak masuk akal. Kalau dikatakan soal momentum menaikkannya saya setuju. Sebab, bisa jadi Pertamina bermain sendiri. Tetapi pertanyaannya, apakah Pertamina berani begitu?” bobotohcoid/okezone/ar.-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.