MUI: Maéhan Satwa Langka Haram Hukumna

210072

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa apa pun tindakan yang mengancam kepunahan satwa langka hukumnya haram. Fatwa MUI juga mengharamkan perburuan dan perdagangan ilegal satwa langka.

“Membunuh, menyakiti, menganiaya, memburu, dan melakukan tindakan mengancam kepunahan satwa langka hukumnya haram, kecuali ada alasan syar’i, seperti menyelamatkan jiwa manusia,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh pada penetapan fatwa tentang Pelestarian Satwa Langka, di Jakarta, Rabu (22/1).

Dalam fatwanya, MUI menyebutkan setiap makhluk hidup memiliki hak untuk melangsungkan kehidupan serta didayagunakan untuk kepentingan kemaslahatan manusia.

“Memperlakukan satwa langka dengan baik guna menjamin keberlangsungan hidupnya hukumnya wajib.”

Perlindungan dan pelestarian satwa langka itu antara lain dengan jalan menjamin kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan berkembang biak, dan tidak memberikan beban di luar batas kemampuannya. Berikutnya, tidak menyatukan jenis satwa lain yang membahayakannya, menjaga keutuhan habitat, mencegah perburuan dan perdagangan ilegal, mencegah konflik dengan manusia, serta menjaga kesejahteraan hewan.

Namun, kata Niam, fatwa MUI tetap membolehkan satwa langka dimanfaatkan untuk kemaslahatan sesuai ketentuan syariat dan ketentuan perundang-undangan. Pemanfaatan satwa langka antara lain dengan menjaga keseimbangan ekosistem, kepentingan ekowisata, pendidikan dan penelitian, menjaga keamanan, dan membudidayakan untuk kepentingan kemaslahatan sesuai perundang-undangan.

Terkait matinya beberapa hewan langka di Kebun Binatang Surabaya (KBS) baru-baru ini, Niam mengatakan, pemerintah harus tegas melindunginya untuk menghindari kepunahanan dan menjaga keseimbangan ekosistem. (bobotoh.co.id/metrotvnews.com/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.