Wayahnyah, Kendaraan Katinggang Tangkal Rungkad

 

angkotrungkad

Pemkot Bandung memastikan tidak akan memberikan ganti rugi kepada warga yang kendaraannya tertimpa pohon. Pemkot berdalih ganti rugi tidak diatur alias tidak memiliki payung hukum. Menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung Arief Prasetya, sepanjang awal tahun ini sudah ada 4 laporan mobil rusak tertimpa pohon. Namun dari laporan tersebut, tidak ada satupun warga memperoleh ganti rugi.

Selama ini memang tidak ada anggaran untuk memberikan ganti rugi kepada kendaraan yang rusak akibat tertimpa pohon. Payung hukumnya pun tidak ada,” kata Arief, Kamis. Arief menyatakan, keempat laporan kendaraan rusak akibat tertimpa pohon itu terjadi di Plaza Balai Kota Jalan Wastukancana, Taman Lalu Lintas, Jalan Ir H Juanda (Dago), dan Jalan Lengkong. Namun kejadian kendaraan rusak akibat pohon tumbang berbeda dengan tertimpa reklame.

“Nah untuk reklame, pengelola secara otomatis harus mengurus asuransinya. Jadi kalau ada kecelakaan akibat reklame rusak, korban bisa mengurus ganti rugi ke pengelola reklame.” Arief menepis kemungkinan pemakaian dana bencana yang bisa dipakai untuk memberikan ganti rugi kepada korban akibat pohon tumbang. Pasalnya, anggaran tersebut fokus untuk penanganan banjir dan gempa.

“Pohon tumbang belum ada posnya. Dulu pernah ada asuransi kecelakaan kerja karena pekerjaan pertamanan. Hanya saja anggarannya sudah dihilangkan karena dinilai Kemenkeu sebagai double asuransi. Kita sedang bahas soal kemungkinan dana asuransi tersebut bisa kembali.”

Sebagai antisipasi, lanjut Arief, pihaknya semakin rutin melakukan pengecekan kondisi pohon. Saat ini, ada sekitar 400 ribu pohon berusia tua yang harus diperiksa, mulai dahan atas sampai bawah, setiap hari. .co.id/inilahkoran/ar.-

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.