Bobotoh Say: “Sight And Sign!

persib-eleh

Cukup sakali ieu wé! Éléh di laga kandang merupakan kekalahan yang amat sangat seueul karasana. Apalagi bagi , punya dukungan “gaspol” dari  bobotohnya!  Éléh ku Semen Padang 1-2 di kandang olangan bisa jadi juga pukulan yang menyakitkan karena ada dua pemain Semen Padang yang sepertinya merasa “bermasalah”  dengan dan menjadi motivasi.

Yang jadi perhatian dari laga kandang melawan Semen Padang Minggu kemarin di Si Jalak harupat, adalah evektifitas serangan yang dibangun beberapa kali oleh Persib,  namun gagal lagi dan gagal maning.

Ada Konate, Djibril dan Ferdinand yang boleh dikata punya kualifikasi striker. Namun masih belum memperlihatkan hasil yang menyugemakeun. Begini, sodarah. Attacking dari para striker efektifnya dilakukan berpasangan. Umumnya dua striker membangun serangan dengan mengoptimalkan gerakan baik dengan maupun tanpa bola.

Gerakan striker tanpa bola menjadi sangat diutamakan ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki pertahanan  solid dan disiplin, seperti yang diperlihatakna oleh para pemain Semen Padang kemarin. Taktik sederhana ini akan memporak-porandakan konsentrasi pertahanan lawan dan memunculkan “Target Men” (bukan Man) dari middle fielders yang umumnya membantu serangan. Selebihnya, tidak perlu power lagi untuk memasukkan bola ke gawang lawan, cukup utamakan akurasi dari umpan yang justru bisa datang dari striker.  Seperti yang dilakukan Djibril  Coulibaly di menit-menit akhir. Cukup sontékan dengan mengutamakan akurasi.

Prinsip dasar yang harus jadi pakem semua penyerang itu kan sederhana. Jika sudah di dalam area kotak penalti lawan cukup utamakan  akurasi dan kicking impact. Bukan masih juga main power. Akibatnya malah jadi pepelentungan di depan gawang lawan.

Untuk bisa melakukan taktik tersebut sangat diperlukan chemistry dan komunikasi “telepatis” antar stiker. Detik pertama ketika menerima passing, seorang pemain harus benar-benar mengutamakan Sight dan Sign.  Sight (pandangan) membangun determinasi untuk memutuskan action situasional.  Dalam situasi seperti ini pemain (striker atau bukan) yang bergerak tanpa bola dan berada pada posisi kondusif untuk melakukan shooting , sudah merupakan Sign (tanda) bagi penguasa bola untuk segera melakukan action.

Detik berikut dia sudah memutuskan untuk dribbling atau meneruskan bola sebagai  umpan dengan kesempurnaan akurasi, power, impact, speed dan timing. Inget ya, football is passing game!

Sayang sekali. Tata kelola pola pikir pemain Persib ketika melawan Semen Padang  yang berkaitan dengan ulasan di atas kurang terapresiasi , sehingga begitulah jadinya. Persib kalah di kandang  dengan skor 1-2 (0-2). Sepertinya Persib harus meningkatkan kuantitas dan kualitas porsi latihan taktis. Segera! .co.id/ar.- (foto: persib.co.id)

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.