Duit Palsu Tina Kertas Roti. Édaas Wéé!

duitpalsu

Secara kasat mata, uang palsu yang diproduksi T (46) tidak jauh berbeda dengan uang asli. Namun siapa sangka ternyata uang tersebut hanyalah terbuat dari kertas roti yang diprint dan di sablon dengan alat sederhana. “Ya tidak jauh berbeda dengan yang asli. Hanya saja kalau diperhatikan dengan teliti itu tidak ada lambang BI dan kertasnya sedikit agak halus,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi.

Lebih lanjut Mashudi membeberkan, awalnya tersangka mengambil contoh gambar uang Rp 100ribu dan Rp 50ribu dari internet. Selanjutnya, T mempertajam gambar dengan cara diedit agar warna dan bentuknya pas. T pun lalu mengeprint hasil editannya kepada kertas roti yang telah dipersiapkannya. Bahkan T pun menggunakan kertas kado sebagai benang pengaman abal-abal yang disulam dengan sistem manual.

“Untuk memberikan kesan tanda air (gambar pahlawan) tersangka ini menyablonnya. Setelah jadi di kedua sisinya (uang), lalu direkatkan agar bagian depan dan belakang tampak seperti uang asli.” Usai direkatkan, dengan masih sistem manual tersangka pun mengeringkan uang palsu tersebut tanpa alat bantu melainkan hanya diangin-angin. Setelah dirasa kering lalu uang yang terbuat dari satu kertas roti utuh itu dipotong sesuai ukuran.

Sementara itu, T mengaku membuat uang palsu hanya sesuai pesanan. Pada awalnya, T mengaku hanya iseng-iseng semata, namun dari tersangka N (42) dan beberapa orang temannya yang lain tertarik untuk mendapatkannya. “Saya bikin ini sesuai pesanan saja. Awalnya saya kasih contoh kepada mereka (N dan tiga DPO), ternyata cocok. Ya sudah saya buatkan.” T mengaku, saat memulai ‘usaha’ jual-beli uang palsu itu dia hanya membutuhkan modal sebesar Rp2 juta untuk membeli bahan baku, alat sablon dan printer.
Namun, dari hasil penyelidikan polisi diduga T telah mengedarkan uang palsu tersebut selama satu tahun dengan total peredaran hingga Rp1,1 miliar. (.co.id/okezone.com/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.