Gong Xi Fa Coi Bobotoh Oriental

2070348

Tah ieu Oriental. Kelompok yang mayoritas dihuni warga Indonesia keturunan Cina atau Tionghoa.

Salah satu pentolan Bobotoh Oriental, Adry Bernadi Kuntjara mengatakan, saat kali pertama dia dan sepuluh rekannya memutuskan datang ke Stadion Siliwangi pada musim lalu, memang ada rasa ketakutan cukup tinggi untuk tampil di depan publik. Terlebih saat itu, seisi stadion dipadati pendukung yang notabene adalah pribumi.

Pada awalnya, Adry ataupun anggota Bobotoh Oriental lainnya hanya bisa menyaksikan permainan Persib dari layar kaca. Akhirnya secara diam-diam, ternyata banyak teman satu etnisnya yang memiliki kecintaan terhadap Maung Bandung.

“Jadi dulu beberapa teman trauma dengan kasus 1998 saat kaum Tionghoa jadi korban rasial. Sebenarnya Persib ini bukan hanya milik pribumi, tapi pada saat didirikan Persib juga multietnis, apalagi Bandung tempat kelahiran kita juga,” kata Adry.

Adry dan rekannya di SMK BPK Penabur, saat itu merasa lebih berani untuk tampil, lalu mereka mengajak warga keturunan Tionghoa lainnya yang sama-sama memiliki fanatisme terhadap Persib, hingga terbentuklah Bobotoh Oriental pada 2004.

Setelah Bobotoh Oriental terbentuk dengan anggota 40 orang, mereka semakin percaya diri berbaur dengan masyarakat pribumi. Tribun samping selatan menjadi pilihan menonton laga kandang Persib.

“Menyambungkan dalam sepak bola itu perbedaan ras agama dan suku nggak ada, karena sepak bola adalah olahraga pemersatu. Buktinya kita diterima saat masuk ke Stadion Siliwang,” papar pria berusia 25 tahun ini.

Untuk menunjukkan eksistensinya sebagai kelompok suporter, bukan hal mudah bagi Bobotoh Oriental. Namun eksistensi sekelompok warga keturunan ini baik di stadion maupun di media massa ternyata memancing bobotoh dari etnis Tionghoa lainnya untuk turut bergabung.

Bobotoh Oriental pun kian menunjukkan dirinya ke permukaan, hingga saat ini sudah terdaftar hingga 150 orang sebagai anggota. Dengan memanfaatkan jejaring sosial, akun twitter @BobotohOriental sudah memiliki 5.996 followers.

“Dari media sosial ada banyak yang minta gabung. Akhirnya kita semakin memberanikan diri datang ke stadion, terus kita nonton bareng di tribun samping selatan setiap Persib main di kandang. Ternyata eksistensi kita mendapat tanggapan positif, dan menjadi inspirasi buat komunitas yang sama di berbagai kota lainnya,” bebernya. (bobotoh.co.id/inilahkoran.com/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.