Massa Anarkistis Dilawan Goyang Oplosan Polwan

simulasipemilu

Lebih dari 1.000 personel gabungan Polri, TNI, KPU Provinsi Jawa Barat, Panwaslu, dan Pemkot Bandung, menggelar simulasi pengamanan di depan Balai Kota Bandung, Jalan Merdeka, Senin (10/2/2014) pagi. Simulasi yang digelar sejak pukul 09.30 WIB itu membuat Jalan Merdeka ditutup total. Sementara untuk mengurai kepadatan, Jalan Wastukencana diberlakukan menjadi dua jalur.

Dalam simulasi itu diperagakan beberapa skenario yang diperankan oleh personel gabungan. Pada simulasi pertama, dua massa dari partai berbeda menggelar aksi secara bersamaan. Kedua massa, yakni Partai Mangga dan Partai Pepaya, terpancing emosi saat berunjuk rasa. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, anggota Dalmas dari empat polsek langsung membuat pagar betis untuk memisahkan mereka.

Melihat massa bertindak brutal dan anarkistis, komando lapangan, dalam hal ini Kapolsekta Sumur Bandung Kompol Lukman, meminta bantuan dari tim negosiator yang seluruhnya polwan.

“Kami minta Partai Mangga diproses secara hukum sesuai dengan UU Pemilu,” tegas kordinator lapangan partai pepaya. “Baiklah, aspirasi Anda sudah saya tampung dan akan kami sampaikan kepada yang berwenang,” ucap seorang perwira dari tim negosiator. Massa dari Partai Pepaya yang sudah mulai tenang pun akhirnya rehat sejenak dengan mendendangkan lagu-lagu dangdut koplo, yang salah satunya adalah lagu Oplosan.

Untuk membaur dan memberikan rasa aman dan nyaman, tim negosiator yang mengenakan rompi orange pun iuut berdendang sekaligus berjoget oplosan bersama-sama massa. Hingga akhirnya massa pun membubarkan diri. Selain itu, simulasi yang disaksikan oleh Wali Kota Bandung, Kapolrestabes Bandung, Dandim 0618/BS, dan petinggi di Kota Bandung lainnya itu turut menampilkan adegan saat masa tenang, masa pencoblosan, pencurian kotak suara, hingga penetapan hasil suara di KPU. .co.id/okezone.com/aj/ar

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.