Panpel Barharap Bisa Segera Gunakan Teknologi Baru

foto-persib-bandung-vs-persiwa-SIM_5157

Pihak Panitia Pelaksana pertandingan kandang merasa kecolongan dengan beredarnya tiket palsu yang dijual oleh para penjual tiket tidak resmi atau biasa disebut calo. Menanggulangi hal tersebut General Coordinator Panpel , Rachman, masih akan berunding dengan pihak manajemen untuk meredam kejadian yang sama di kemudian hari.

“Kita masih ada waktu dan pihak panitia akan berunding agar kejadian serupa tidak terulang. Karena tiket palsu itu pasti ada perbedaan meskipun secara kasat mata sulit terlihat. Apapun perkembangannya akan diinformasikan,” ungkap Bram saat diwawancara di Grha Persib, Kamis (6/2).

Menanggapi wacana tentang penggunaan gelang sebagai penanda penonton yang masuk ke stadion, pria yang akrab disapa Om Bram ini menargetkan Persib akan memberlakukan sistem yang lebih modern lagi, yaitu menggunakan pemindai tiket. Tapi itu tidak bisa diberlakukan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan tidak mengandalkan gelang saja tapi memanfaatkan teknologi dengan pemindai. Jadi tiket itu discan oleh pemindai dan nama si pemegang tiket akan tercantum. Tapi saya tidak akan sesumbar teknologi itu bisa segera digunakan. Baru wacana saja,” timpal Om Bram.

Pihak panpel sebenarnya sudah mencurigai ada oknum yang memalsukan tiket dari musim sebelumnya. Tetapi untuk bukti yang konkret pihak panpel baru menemukannya pada pertandingan Persib melawan Persita Tangerang, kemarin, karena nomor seri yang tertera dalam tiket palsu tersebut sama semua.

“Kemarin sudah curiga dan antisipasi karena selalu dicurigai ada tiket palsu. Setiap main juga sudah ada sejak musim. Dulu masih ragu karena nomor serinya berbeda dan sekarang sama. Panitia akan mengusut pola tiket ini. Beruntung datang bersamaan jadi mudah terdeteksi,” tandas Bram. (bobotoh.co.id/simamaung.com/ayc)

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.