ROAD TO BRASIL: Produk Indonesia Di Piala Dunia

bola-majalengka

Sepakbola adalah olahraga yang paling digemari di muka bumi. Olahraga ini memang sederhana. Cukup dengan lapangan dan bola (terbuat dari bahan kulit atau plastik, tidak masalah), sepakbola sudah bisa dimainkan. Sepakbola berkembang dari sebuah permainan di Yunani kuno bernama episkyros. Inggris kemudian menyempurnakan permainan ini dengan berbagai aturan yang lebih modern. Inilah sebabnya Negeri Ratu Elizabeth sering mengklaim sebagai kampung halaman sepakbola.

Jika dahulu sepakbola hanyalah aktivitas rekreasional, kini olahraga tersebut sudah menjelma sebagai industri dengan nilai yang fantastis. Sebuah klub sepakbola di negara-negara maju bisa mendapat pemasukan luar biasa dari tiket penonton, hak siar televisi, sponsor, sampai “penjualan” pemain.
Majalah Forbes menyebutkan Real Madrid (Spanyol) menjadi klub sepakbola terkaya di dunia dengan taksiran nilai mencapai US$ 3,3 miliar (Rp 38,6 triliun).

Pertengahan tahun ini, sebuah hajatan akbar sepakbola digelar di tanah Amerika Latin. Brasil dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara 2014. Sudah 32 negara yang memastikan diri untuk bertanding di ajang empat tahunan ini. juga bukan lagi sekedar ajang yang mempertemukan tim-tim nasional sepakbola antar negara. Pergelaran ini sudah menjadi media jualan paling efektif karena menjadi pertandingan olahraga yang paling banyak ditonton di dunia.

Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, badan sepakbola dunia FIFA mencatat ada sekitar 715 juta orang yang menyaksikan partai final antara Italia melawan Perancis. Fakta lain, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan disiarkan di 204 negara.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sebenarnya pernah berpartisipasi di Piala Dunia, yaitu pada 1938 di Perancis. Masih bernama Hindia Belanda, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang berkompetisi di Piala Dunia. Kala itu timnas gugur di fase awal setelah dicukur Hungaria dengan enam gol tanpa balas.

Pada 1986, Indonesia tinggal selangkah lagi melaju ke Piala Dunia Meksiko. Namun timnas yang diperkuat legenda-legenda seperti Hermansyah, Herry Kiswanto, Bambang Nursiansyah, dan Rully Nere dihempaskan Korea Selatan di babak akhir kualifikasi dengan agregat 1-6. Mungkin inilah prestasi terbaik Indonesia di kancah Piala Dunia modern.

Timnas sepakbola Indonesia boleh saja lama absen Piala Dunia, tetapi bukan berarti Indonesia tidak berpartisipasi dalam wujud yang lain. Sejumlah produk made in Indonesia seperti bola, kostum, dan sepatu, ternyata dipercaya untuk memeriahkan perhelatan Piala Dunia. (.co.id/detik.com/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.