Selamatkan Stadion Sangkuriang Cimahi

sangkuriang-1

Meski baru sekadar rencana, namun kisruh terus memanas. Sejumlah warga menolak rencana tersebut. Salah satunya, Forum Aksi Save kini telah dibentuk. Gerakan menolak rencana pembangunan Sangkuriang menjadi kawasan sport mall ini terdiri dari sejumlah warga, tokoh dan komunitas yang ada di kota Cimahi ini.

FORUM AKSI #SAVE_STADION_SANGKURIANG_CIMAHI ini dideklarasikan di Venus Foodcourt Jl.Gandawijaya Cimahi oleh berbagai komunitas yang peduli terhadap penyelamatan Stadion Sangkuriang. Mereka terdiri dari ATJIM (Anak Tjimahi), Forum Bersama Laskar Merah Putih (FBLMP) Cimahi, Dewan Kesenian Cimahi (DKC), Forum Dinamika Abdi Rakyat (FOPDAR), Komunitas Grup Facebook Urang Cimahi, Komunitas Group Facebook Cimahi, serta beberapa elemen dan tokoh-tokoh Cimahi dalam pertemuan pada Sabtu (22/2/ 2014).

Koordinator Forum Save Stadion Sangkuriang Dieky Surachman mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan rencana PDJM yang berniat membangun pusat perniagaan dikawasan Sangkuriang dengan memanfaatkan lahan stadion. “Kami menegaskan, akan menolak keras rencana Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) yang akan membangunan sport mall dengan menghilangkan Stadion Sangkuriang. Masyarakat pun akan melakukan pemboikotan jika hal tersebut tetap direalisasikan,” tegasnya, seusai deklarasi forum tersebut.

Dalam kesempatan itu, dia mengutuk keras pernyataan dari Direktur Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) Maktal S Nugraha di sejumlah media yang beranggapan bahwa prestasi sepak bola di Cimahi tidak ada, sehingga menjadi pertimbangan untuk dialihfungsikan menjadi wilayah yang lebih representatif sangatlah tidak bijak. “Pernyataan Direktur Perusahaan Daerah Jati Mandiri sangat tidak bijak,
beranggapan selama ini sepak bola di kota Cimahi tidak pernah berprestasi,” ujarnya.

Menurutnya, dengan tidak adanya prestasi bukan berarti lapangan sepak bola sebagai sarana latihan bagi para atlet dihilangkan. Seharusnya perusahaan daerah itu dapat memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana penunjang lainnya, karena sejauh ini kondisi stadion sangat butuh pemeliharaan yang maksimal. “Kami berkomitmen akan menyelamatkan aset daerah ini seiring dengan rencana pembangunan sport mall dikawasan itu,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa stadion sangkuriang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sehingga harus dijaga dengan baik. Maka, jika rencana itu benar terlaksana, maka masyarakat tak akan segan-segan melakukan pemboikotan jika hal tersebut tetap direalisasikan. Dia mengatakan bersama forumnya itu akan segera menelusuri rencana alih fungsi stadion yang dikabarkan telah diperdakan. “Kami akan ikut memantau secara intensif sejauh mana progres di lapangan agar masyarakat tidak dicemaskan dengan wacana ini,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, mantan Walikota Cimahi, Itoc Tochija, saat dimintai komentarnya mengatakan, rencana untuk mengalihfungsikan kawasan stadion Sangkuriang merupakan tindakan yang gegabah dan salah besar. “Sepak Bola merupakan olahraga yang saat ini sangat menjadi perhatian masyarakat luas, sepak bola ini merupakan olahraga paling diminati,” jelas Itoc, saat dihubungi, Minggu (23/2).

Menjadikan Sangkuriang menjadi kawasan bisnis, terangnya, akan membuat pecinta sepak kehilangan. Sekolah Sepak Bola (SSB) salah satu yang akan merasakan kehilangan sarana olahraga itu. “Banyak SSB di sana. Walaupun sampai hari ini sarananya belum mendukung untuk olahraga, tapi suatu saat akan ada perubahan,” imbuhnya.

Itoc menegaskan, dari informasi yang dia ketahui, hingga kini Walikota pun tidak mengeluarkan izin atas peralihan fungsi sarana olahraga menjadi lahan bisnis. Oleh karenanya, ia pun menilai rencana tersebut kurang mendukung pembangunan Kota Cimahi. “Kalau memang ada izin dari Pemerintah, itu pun perlu studi yang mendalam dan panjang. Itu kan aset Pemkot Cimahi. Saya tidak setuju dengan rencana itu.” (.co.id/inilahkoran.com/ar).-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.