Refleksi 81 Tahun Menuju Persib Salawasna

refleksi

Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung () ke-81 tentunya memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Bandung dan Jawab Barat, khususnya bagi pendukung setia salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia ini.

Tim berjuluk  ini berdiri sejak 14 Maret 1933 silam. Peringatan momen spesial tersebut, Pangeran Biru diharapkan bangkit dan dapat mengembalikan kejayaan yang pernah dirasakan di masa silam.

Saling bersinergi antara manajemen, tim, dan kelompok-kelompok suporter dalam menjaga eksistensi PERSIB merupakan sesuatu yang jarang ditemukan di klub-klub lain di Indonesia. Karena itu, untuk memperingati lahirnya PERSIB sebagai sebuah ikon dan kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat, ada baiknya untuk kembali melihat beberapa hal sebagai berikut.

Sejarah Persib

Sebelum lahir nama PERSIB, pada tahun 1923 di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakn i R. Atot.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain bernama Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Cikal bakalnya PERSIB sendiri tak lepas dari hadirnya dua perkumpulan sepak bola di masa itu.

Pada 14 Maret 1933, kedua klub itu sepakat melebur dan lahirlah perkumpulan baru yang bernama PERSIB yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Klub- klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Setelah tampil tiga kali sebagai runner up pada Kompetisi Perserikatan 1933 (Surabaya), 1934 (Bandung), dan 1936 (Solo), PERSIB mengawali juara pada Kompetisi 1939 di Solo.

Refleksi Diri

Memaknai ulang tahun PERSIB bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mengingat hari ini merupakan momen bersejarah, salah satu cara paling tepat ialah dengan berefleksi dan memahami betapa banyak kerikil dan tantangan di perjalanan panjang tim Maung Bandung.

Maung Bandung bukanlah tim yang sempurna juga bukanlah tim tanpa cacat. Manajemen, pelatih, pemain, ofisial, staf termasuk suporter bukan lah malaikat tanpa salah.

Karena itu, di hari ini saatnya kita belajar memaknai hari dari kesalahan yang pernah terjadi, demi terwujudnya PERSIB menjadi tim ke arah yang lebih baik.

Harapan di

HUT PERSIB yang ke-81, pasukan Maung Bandung memiliki harapan untuk bisa kembali merebut gelar juara di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 yang tengah dijalani.

Musim lalu, Maung Bandung menempati peringkat empat. Saat ini, skuat asuhan Djadjang Nurdjaman sudah semakin komplit. Tinggal motivasi dan semangat juang Atep dan kawan-kawan dalam meraih kemenangan di setiap pertandingan.

PERSIB Salawasna’

‘PERSIB Salawasna’ merupakan semangat yang memang sengaja agar memberi motivasi bagi para pemain yang bertanding di lapangan hijau. ‘Salawasna’ memiliki arti keabadian atau kesetiaan yang diambil dari dukungan yang selama ini ditunjukkan .

Tak tanggung-tanggung memang Bobotoh dalam memberikan dukungannya. Mereka yang sudah lama rindu juara tetap bangga, loyal, dalam mendukung PERSIB. Sinergi loyalitas antara Bobotoh dan PERSIB ini diharapkan berbuah gelar juara musim ini.

Kerinduan menjadi juara juga menjadi harapan terbesar mengingat terakhir kali trofi itu mampir ke Bandung pada 1995 lalu. (bobotoh.co.id/persib.co.id/ar)

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.