Sepakbola Itu Séksoy. Eh, Séksi. Vaani

 

Vaani

Saya termasuk penggemar sepakbola yang bisa dikatakan cukup akut, tapi masih dalam batas wajar. Kalau diibaratkan banjir, mungkin masih siaga 3 lah. Di mata saya sendiri sepakbola itu cukup seksi adanya, terkadang bisa melebihi bentuk keseksian dari seorang pria. Bahkan bisa dikatakan jika dipaksa untuk berselingkuh, saya lebih baik berselingkuh dengan sesuatu yang berbau sepakbola. Baik itu kumpul dengan , nonton bareng ataupun game di gadget, menghabiskan waktu dengan sepakbola baik apapun jenisnya.

Walaupun saya wanita, tapi saya sangat menyukai sepakbola. Seperti halnya kita suka dengan steak, tapi tidak harus pandai masak steak kan ?

Kesukaan saya terhadap tak membuat saya mencitai klub lain, meskipun kekasih saya ada di klub dimana menjadi klub musuh bubuyutan . Because my heart only for Persib.

Jika ditanya apa klub sepakbola kebanggan saya? Jelas , lantang saya katakan mencintai klub sepakbola Indonesia ini dan karena saya tinggal di tanah sunda.

In the other hand, klub sepakbola ini dari saya kecil menyita perhatian saya. Awalnya saya suka karena mungkin jersey mereka memakai warna kesukaan saya “Biru”. Saya mempunyai  dua tim favorit awalnya, yaitu Persib dan PSIS Semarang. Kenapa PSIS yak karena disitu ada sodara yang merumput di tim itu.

Entah kenapa saya lebih tertarik dengan tim berjuluk itu dibanding tim asal Kota Lumpia itu. Dibilang tahu atau tidak, dulu saya masih kecil, belum terlalu paham tentang sepakbola dan selalu mencoba paham tentang klub ini, saya selalu berlangganan tabloid Bobotoh demi tau info tentang Persib. Tapi sekarang kecanggihan teknologi pun merajalela web resmi, twitter, facebook, path, instagram dan media social lainnya. Dari kesukaan itu akhirnya saya memutuskan untuk bergabung bersama BOMBER (Bobotoh Bersatu) karena jarak sekretariat dekat dengan jarak rumah. Dan mungkin karena sahabat  saya menjadi ketua mojang bomber, dan dari situ saya jadi sering ke stadion.

Dapat kepercayaan untuk menjadi panpel dari paketu Bomber Bapak Asep S Abdul membuat saya punya tantangan tersendiri ketika saya datang ke stadion tidak saya untuk duduk manis, tapi juga ‘Bekerja”.

Tugasnya hanya merajia Bobotoh yang akan masuk supaya tidak ada yang membawa botol Aqua, Flare, Firework, Ini pengalaman pertama yang begitu mengesankan masuk ke locker room pemain hanya untuk meliput pemain Persib. Bertemu langsung dengan orang penting dari Official Persib itu awesome hahaha!

Ngomongin Persib gak fair juga kalo gak ngomongin harapannya Bobotoh untuk Persib di tahun ini. Juara sudah pasti! Harga mati!

Tapi kalau persib taun ini tidak juara setidaknya  Persib bisa membawa award seperti, Best Team, Best Players, Best Coach, Best Supporter, Top Score hehehe , dan harapannya semoga Persib bisa melahirkan pemain Bintang jangan hanya Tim yang bertabur Pemain Bintang, Good luck for Persib, Bobotoh always stay behind you, you never walk alone! #PersibSalawasana.Vaani Ariestya Widya/ Female, 14 Juli 1992/@missvhaany / @mojangbomber .

Catet!

Well, interesting. Bukan saja karena who or what Waani’s lover is, tapi diceritakan Vaani lebih dekat dengan Persib melalui sebuah tabloid. Tabloid Bobotoh. Well, Vaani. We tell you now. Tabloid itu kami-kami juga yang melahirkan dan menerbitkannya. 96,.4 ini merupakan kelanjutan sejarah tabloid “ajaib” itu. Nice to know your story… (bobotoh.co.id)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

2 thoughts on “Sepakbola Itu Séksoy. Eh, Séksi. Vaani

  • Selasa 22 Apr 2014, 07:52 at 07:52
    Permalink

    alus..

    Reply
  • Selasa 22 Apr 2014, 07:52 at 07:52
    Permalink

    alus..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.