Viking Pelopor Riverboarding di Indonesia

riverboarding

Jauh sebelum Indonesia populer seperti sekarang, Club telah mengenal lebih dulu jenis salah satu olah raga ekstrem ini. Viking mengklaim menjadi komunitas pertama serta memiliki peran penting yang turut membesarkan nama Riverboarding di Indonesia. Luar biasa, selain loyalitas dalam mendukung Bandung, ternyata Viking juga aktif di berbagai kegiatan olahraga lainnya.

Berawal dari kesenangan akan sebuah tantangan dalam berolah raga. Tujuh tahun lalu, beberapa pendiri Viking mencoba menggeluti olahraga yang biasa disebut dengan nama selancar arus sungai ini. Tak butuh waktu lama, setelah dianggap mampu memuaskan dahaga, klub Riverboarding pertama di Tanah Air didirikan.

“Tujuh tahun lalu, sebelum terkenal seperti sekarang ini, kami sudah menggeluti dan mendirikan klub Riverboarding. Mungkin karena kami suka dengan olah raga ekstrem. Waktu itu Curug Dago menjadi tempat berlatih. Kami juga menjadi yang pertama menggelar pameran olahraga Riverboarding,” kata Viking, Senin (17/3/2014). Setelah komunitas resmi didirikan, aktifitas olah raga ekstrem ini mulai menggeliat. Setiap pekan, sungai-sungai yang memiliki arus deras di kawasan Jawa Barat menjadi buruan dari komunitas yang mendirikan klub suporter ini. Mulai dari daerah Bandung Selatan, Garut dan kawasan lainnya menjadi ajang untuk uji nyali.

Tak merasa puas sampai di situ, Beutik pun mengaku, Viking Riverboarding akhirnya dapat mengikuti kejuaraan di Indonesia. “Waktu itu setiap minggu para pengurus Viking aktif di dalam Riverboarding. Kita mendatangi sungai-sungai yang memiliki arus deras, mulai dari Bandung Selatan hingga daerah Garut. Di mana ada sungai deras, kita bermain dan akhirnya mengikuti kejuaraan.”

Setelah Viking Riverboarding mempopulerkan olahraga ini, barulah komunitas lainnya ikut meramaikan dengan mendirikan klub selancar arus sungai ini di tahun berikutnya. Puncaknya adalah ketika asosiasi Riverboarding sukses menyelenggarakan kejuaraan dunia. Waktu itu, kejuaraan tersebut digelar di sungai Citarum. “Puncaknya asosiasi Riverboarding Indonesia mengadakan kejuaraan dunia di Citarum. 25 negara ikut hadir, dan dalam sejarahnya, Viking termasuk di dalam sejarah riverboarding Indonesia,” ujar dia bangganya.

Lantaran olahraga ini temasuk kategori ekstrem, dikatakan Beutik, tak semua orang dapat menyukai Riverboarding. Nyatanya hingga saat ini, anggotanya hanya mencapai 30 orang saja. Risiko terparah adalah patah tulang atau bahkan dapat kehilangan nyawa. Karena itulah, Riverboarding hanya disukai orang-orang bernyali besar.

“Aktivitas Riverboarding sekarang untuk fun saja, teman-teman tidak memperdalam karena kita memang untuk refreshing saja tidak fokus kepada kompetisi. Tetapi sebelumnya, anak Viking pernah menjuarai kejuaraan Riverboarding tingkat nasional dengan menjuarai posisi ketiga.” (.co.id/inilahkoran/ar).

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.