Il Azzurri Bakal Sulit Ditebak

 

italia

BAGI skuat , status unggulan hanya jadi beban. Apalagi, mereka memang merasa sehebat dari Spanyol, Brasil, ataupun Jerman. Italia menjadi tim langganan Piala Dunia sebanyak 18 kali. Il Azzurri selalu diwaspadai tim lain karena performanya tidak pernah bisa ditebak. Contoh nyata, terjadi di panggung Piala Eropa, dua tahun lalu.

Nyaris tak ada yang menyangka Italia akan melaju ke final untuk menantang Spanyol. Mereka sangat tak diunggulkan kala meladeni Jerman di semifinal. Tetapi, dua gol Mario Balotelli membuat skuat besutan Cesare Prandelli lolos. Kini, kejutan-kejutan serupa siap mereka lakukan dalam ajang yang lebih bergengsi.

“Saya tak pernah meragukan kapasitas Italia dengan mental juara yang sudah tertanam. Mereka paling diwaspadai,” ujar legenda sepak bola Brasil, Pele.

Ujian berat harus langsung dihadapi Italia sejak fase grup. Mereka tergabung bersama Inggris, Uruguay, dan Kostarika. Andai mampu lolos, Pelatih Cesare Prandelli yakin timnya bisa melangkah jauh.

“Tentu tim yang melewati fase grup sudah mendapat terpaan mental yang luar biasa. Kami akan lolos dan kami menatap final,” ujarnya.

Kini, dengan sisa dua kurang lebih dua bulan, Prandelli terus menyempurnakan timnya. Termasuk, dalam proses seleksi pemain. Sang pelatih ingindi dalam tim ada pemain yang senior dan juga junior.

Dua penggawa pemain yang tidak bisa tergantikan di mata Prandelli adalah kiper Gianluigi Buffon dan Gelandang Andrea Pirlo. Keduanya, ikut ambil bagian kala Gli Azzurri juara Piala Dunia 2006.

“Mereka punya DNA pemenang,” tegas Prandelli.

Barisan muda Italia diwakili sosok kontroversial Mario Balotelli. Penyerang AC Milan itu, dinilai bakal memberi kontribusi besar asal mampu menjaga sikapnya. Prandelli yakin, Balotelli siap habis-habisan untuk kepentingan tim.

“Dia sangat vital dengan talentanya sebagai mesin gol menakutkan. Saya tak khawatir apa yang dikatakan orang tentang dia karena secara objektif dia adalah ancaman bagi lawan manapun,” tandasnya.

Sementara itu, banyak yang meyakini sebagai yang terakhir untuk penjaga gawang Gianluigi Buffon. Wajar saja, mengingat usianya yang sudah menginjak 36 tahun.

“Selalu ada yang spesial dalam setiap akhir dan saya ingin prestasi spesial. Saya kapten tim dan saya orang yang paling optimistis Italia bisa berjaya di Brasil nanti,” lugas Buffon. (bobotoh.id/inilahkoran/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.