Itu Geura Harga Céngék Beuki Lada 100 Persén

cengek

 Harga cabai rawit khususnya jenis merah kriting naik hingga 100 persen dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga ini terpantau di beberapa pasar tradisional di Kota dan dikeluhkan banyak ibu rumah tangga.

Halimah (29) salah seorang ibu rumah tangga di Cihanjuang kota Cimahi mengeluhkan kondisi tersebut. Kata dia, harga cabai makin mahal sehingga dia harus mengurangi konsumsi cabai di rumah tangganya.

“Tidak beli cabai banyak sekarang mah, walaupun si bapak harus ada cabai terus tiap masak,” katanya saat ditemui tak jauh dari Pasar Atas Kota Cimahi, Kamis (3/4/2014).

Sementara salah seorang pedagang sembako di Pasar Cimindi Kota Cimahi, Yani Suryani (38) mengakui sejumlah komoditas barang dagangannya mengalami kenaikan harga, terutama untuk cabai. “Tidak hanya di Pasar Cimindi, di Pasar Caringin juga harganya sudah mahal. Biasanya saya menjual satu kilogram cabai Rp 40 ribu, sekarang mah nggak sampai segitu dari bandarnya,” ujar dia, Kamis (3/4).

Dia tidak mengetahui penyebab lonjakan harga ini, tapi ia menduga hal ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tak menentu. “Kami keberatan dengan lonjakan ini. Kalau boleh memilih mending harganya terjangkau dari pada mahal tapi nggak laku,” imbuhnya.

Lebih jauh, para pedagang harus mengurangi stok persediaan cabai rawit. Bila sebelumnya para pedagang menyediakan hingga 5 kilo yang diperoleh dari pemasok, kini mereka hanya dapat menyediakan 3 kilo saja. Stok itu juga belum tentu habis semua karena pembeli berkurang. (.co.id/inilahkoran/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.