Penjualan Perdana, Android Nokia X Habis

 

1906572No780x390

Ponsel pintar X mulai dijual di Indonesia pada 12 dan 13 April lalu di pusat perbelanjaan Central Park, Jakarta Barat. Dalam penjualan perdana ini, Nokia mengklaim berhasil menjual seluruh Nokia X yang dialokasikan khusus untuk acara itu. Sayangnya, pihak Nokia Indonesia tidak mengungkap jumlah stok Nokia X yang disediakan pada penjualan perdana itu.

“Kami sangat senang melihat masyarakat Indonesia menyambut baik kehadiran Nokia X. Hal ini membuktikan bahwa Nokia terus menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata Presiden Direktur Nokia Indonesia, William Hamilton-Whyte.

Pada kesempatan tersebut, Nokia bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk distributor, peretail, dan bank, agar dapat memberi potongan harga Rp 400.000 dari harga asli Nokia X sebesar Rp 1,6 juta. Setelah ini, Nokia X akan tersedia di gerai Nokia Store dan toko yang telah bekerja sama dengan Nokia di seluruh Indonesia. Nokia sejatinya menyediakan tiga model ponsel Nokia X yang berbasis Android, yakni Nokia X, Nokia X+, dan Nokia XL.

Sumber terpercaya mengatakan kepada KompasTekno, bahwa ponsel Nokia XL juga akan dibawa ke Indonesia. Namun, sumber itu tidak mengatakan kapan produk itu akan mulai dipasarkan. Nokia XL nampaknya akan dijual lebih mahal dari Nokia X karena ada beberapa spesifikasi yang ditingkatkan pada Nokia XL.

Perbedaan Nokia X dan Nokia XL

Nokia XL punya kelebihan pada kapasitas RAM yang lebih besar, yaitu 768 MB, layar lebih besar seluas 5 inci, dan kapasitas baterai 2.000 mAh. Kamera belakang Nokia XL sama-sama dibekali sensor 5 MP, namun dilengkapi lampu kilat LED dan kamera depan. Sementara Nokia X hanya dibekali RAM 512 MB, baterai 1.500 mAh, dan ukuran layar 4 inci. Kamera belakang tidak dilengkapi dengan lampu kilat LED dan tidak ada kamera depan.

Selebihnya, antara Nokia X dan Nokia XL punya spesifikasi yang sama. Dapur pacu ponsel itu ditopang oleh prosesor Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play jenis dual-coreCortex-A5 1 GHz, mendukung kartu SIM ganda (GSM), dan memanfaatkan basis sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean) yang telah dimodifikasi oleh Nokia. Sistem operasi itu disebut Nokia X Platform Software.

Dalam mengembangkan Android, Nokia hanya memanfaatkan lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google yang bisa digunakan siapa saja secara gratis karena sistem operasi ini bersifat terbuka (open source). Dengan ini, perusahaan bisa mengubah tampilan antarmuka Android di Nokia X sehingga terlihat seperti tampilan Windows Phone, yang kental dengan nuansa kotak-kotak.

Sementara itu, Nokia tidak membeli lisensi layanan mobile Google yang disebut Google Mobile Service (GMS). Oleh karenanya, ponsel seri Nokia X tidak menyediakan aplikasi dan layanan Google secara default, yakni Gmail, Youtube, Google Maps, Hangouts, Play Store, hingga jejaring sosial Google+.

Bahkan, sistem Nokia X tidak mendukung antarmuka pemrograman aplikasi atauapplication programming interface (API) buatan Google. Nokia meminta agar aplikasi-aplikasi Android yang memanfaatkan API Google dimodifikasi, dan menggunakan API buatan Nokia. (bobotoh.co.id/kompas/ayc)

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.