Wayahnyah Dada Rosada 10 Taun Penjara

 

dada-vonis

Majelis Hakim PN Kelas 1A Bandung memvonis mantan Wali Kota Bandung hukuman 10 tahun penjara denda Rp 600 juta subsider kurungan tiga bulan penjara. Vonis tersebut lebih ringan lima tahun dari tuntutan JPU, yakni 15 tahun penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus suap bansos Pemkot Bandung dengan terdakwa Dada Rosada di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (28/4/2014).

Dalam amar putusannnya, pimpinan majelis hakim Nurhakim menyebutkan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda Rp 600 juta subsider kurungan tiga bulan penjara,” katanya dalam amar putusannya di persidangan.

Sebelum membacakan amar putusannya, majelis juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah, terdakwa sebagai pimpinan (wali kota) tidak memberikan contoh yang baik untuk tidak melakukan praktik korupsi dan kolusi, perbuatan terdakwa mencoreng citra peradilan.

Sedangkan untuk yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, berlaku sopan, masih punya tanggungan keluarga, dan sudah lanjut usia serta menjabat dua priode wali kota Bandung dan banyak dapat penghargaan baik dari dalam dan luar negeri, serta menunjukan sikap sebagai justice colaborator.

Dada terbukti melanggar tiga dakwaan primer yang didakwakan JPU KPK. Pertama pasal 6, kedua pasal 6 dan ketiga pasal 5 ayat satu. (.co.id//ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.