Digratiskeun, Ngabarala. Macét Deuih Wéw!

eskrim

Buntut dari kemacetan dan gunungan sampah yang terjadi akibat kegiatan bagi-bagi es krim gratis oleh PT Unilever Indonesia di balai kota, Wali Kota Bandung menegaskan tak akan kembali mengeluarkan izin kegiatan yang menyedot massa banyak di balai kota. Ia juga akan mengevaluasi kegiatan yang bagi-bagi gratisan.

“Kalau urusan gratisan memang akan kita evaluasi (ke depannya). Bangsa kita belum siap, ada kaca pecah, parebut, ada penyelundupan,” ujar Ridwan Kamil saat melepas dua mahasiswa STIE Inaba yang akan berangkat ke puncak tertinggi Gunung , di Kampus STIE Inaba, Jalan Soekarno Hatta, Minggu (11/5/2014).

Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Emil ini, untuk pengajuan izin menggunakan balai kota nanti harus melalui dirinya. Selama ini izin itu dikeluarkan oleh bagian perlengkapan dan umum. “Izin harus lewat saya. Biar saya bisa lihat mana yang aman. Kan kalau macet, yang dimaki-maki wali kota juga,” cetusnya.

Kegiatan yang tetap akan diizinkan digelar di balai kota, seperti kegiatan komunitas. Sementara untuk kegiatan yang menyedot massa banyak, akan direkomendasikan di Lapangan Tegalega. “Kalau di Gasibu macet, balai kota kapasitasnya kecil,” katanya.

Bagi-bagi es krim gratis di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana tadi pagi, membuat kemacetan parah di sejumlah ruas jalan. Selain itu, kantor pemerintahan pun menjadi lautan sampah. Bungkus es krim berserakan di mana-mana. Selain itu tanaman dan bunga juga diinjak-injak.

Media relations PT Unilever Indonesia Adisty Melasari menyampaikan permohonan maaf kepada warga Bandung akibat kegiatan ‘Wall’s Ice Cream Day’ membuat macet. (.id/detiknews/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.