Saatnya Bandung Lautan Biru

Persibjuara

Bandung 24 Maret 1946, atas ultimatum Tentara Sekutu dalam waktu 7 jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung melawan dengan membakar gedung-gedung yang kala itu bisa dimanfaatkan oleh tentara sekutu. Mereka, cikal bakal Pasukan Siliwangi dan warga Bandung meninggalkan kota, mengungsi menuju pegunungan di selatan. Mereka rela berkorban demi kedaulatan Bandung yang tak ingin dikuasai musuh. Lahirlah lagu “Halo-Halo Bandung” yang terinspirasi dari peristiwa ini.

Semangat Bandung Lautan Api () bisa menjadi acuan tauladan bagi para generasi muda penerus khususnya warga Bandung,  Jawa Barat dan umumnya semua rakyat indonesia. Ya, semangat! Semangat yang tetap menggebu. Semangat itu pula yang perlu diterapkan di jiwa pemain, . Setidaknya kita bisa memetik pelajaran sedikitnya dari peristiwa tersebut.

Bagi bobotoh yang suka menyaksikan Persib langsung ke stadion, kadang sering mendengar bahkan ikut mengumandangkan lagu “Halo-halo Bandung”, nah salah satunya semangat yang tertular dari peristiwa BLA, tanpa kita sadari. Tentunya bukan sekadar bernyanyi namun dengan “jiwa”nya.

Ada banyak pelajaran yg bisa diambil dari Peristiwa BLA yang harus dipunyai, dalam hal ini Persib dan bobotohnya. Semangat patriotisme; semangat cinta tanah air, rela berkorban, berani, tidak kalah sebelum berperang.

Jiwa patriotisme, adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism”. Begitu juga dengan Bobotoh yg harus berjiwa patriotis, rela berkorban, apapun itu untuk “pahlawan”nya dan tetap menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat nama baik Persib.

Begitu juga Persib harus bermain penuh semangat, semangat pantang menyerah, penuh loyalitas layaknya pejuang, pejuang dalam hal ini yang membela nama baik bandung dan Jawa Barat.

Dulu para pejuang dengan segala keterbatasannya mampu mempertahankan kedaulatan dan mengalahkan musuhnya yang mungkin lebih kuat. Sedangkan Persib yang diberikan kelebihan yang berlimpah, pemain berkualitas, sokongan bobotoh, dana berlimpah dari sponsor dan sebagainya. Tak sedikitpun ada celah untuk mencari keterbatasan dan kekurangannya, masih saja tidak bisa dan tidak mampu untuk juara?

Jawaban untuk itu hanya satu: semangat!

Selain itu, sikap anti patriotisme itu juga harus dihindari, seperti sikap anarkisitis,  rasisme, menyebarkan permusuhan, tawuran antar suporter, dan sikap-sikap negatif lainnya. Perilaku ini  agar tidak ada pihak yang dirugikan dan menghambat jalan Persib untuk jadi juara.

Kita bisa mengambil nilai-nilai baiknya dari peristiwa BLA. Dulu, Bandung boleh lautan api, sekarang sudah saatnya,”Bandung Lautan Biru”.  Usep Dedi K. Hendrawan @ubel4persib. (bobotoh.co.id)

DediUsep

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.