Ceuk DPR, Peringatan Rokok Bergambar Tak Efektif

Rokok

Pemerintah sudah memberlakukan bagi seluruh produsen untuk mencantumkan peringatan bahaya rokok dalam bentuk gambar di setiap kemasannya yang beredar di pasaran per 24 Juni 2014. Namun, kalangan menilai peraturan tersebut tidak efektif untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan, Irgan Chairul Mahfiz, mengatakan, pada intinya pihaknya setuju dengan peraturan tersebut. Namun, peraturan tersebut tidak efektif untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia yang hanya peraturan tersebut ditujukan untuk mengurangi keinginan merokok para pemula dan generasi muda.

“Karena kalau sudah addict menjadi kebiasaan, orang sulit untuk tidak merokok, walau dibikin kemasan yang mengerikan sekalipun. Jadi kemasan yang seram tersebut hanyalah untuk mengurangi jumlah perokok khususnya pemula dan anak muda,” kata Irgan kepada Harian Terbit, Rabu (25/6).

Anggota Komisi IX DPR lainnya, menambahkan, efektifitas aturan tersebut belum dapat disimpulkan, karena baru berjalan yang perlu lihat sekitar 3-6 bulan ke depan. “Namun berdasarkan data statistik di eropa mau pun di negara maju lainnya, peringatan dengan gambar-gambar seram seperti itu, tidak juga menurunkan tren jumlah perokok,” kata Poempida.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, hal tersebut dikarenakan pada dasarnya merokok itu adalah pilihan. “Bagi orang yang memilih untuk merokok ya memang harus siap dengan konsekuensinya. Tugas Pemerintah adalah melindungi dengan cara mengingatkan para perokok ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, pemerintah harus memikirkan program untuk melindungi pekerja industri rokok dan petani tembakau. “Jangan sampai apabila terjadi tren penurunan penjualan, kemudian akan berdampak besar terhadap kehidupan ekonomi mereka,” tuturnya.

(bobotoh.id/harianterbit/berbagaiseumber/AH)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.