Mulai 24 Juni, Bungkus Rokok Dibéré Gambar Pikasieuneun

hentikan-kebiasaan-merokok

Hampir semua orang di dunia menyadari, tembakau memicu banyak penyakit mematikan. Beberapa di antaranya: kanker, penyakit paru-paru, tuberkulosis (TBC), dan diabetes. Menurut data Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Ekowati Rahadjeng SK.M, M.Kes, sebanyak 63 persen warga Indonesia mengidap penyakit-penyakit yang disebut di atas.

“Penderita penyakit ini paling memakan biaya terbesar, karena harus cuci darah jika sampai gagal ginjal,” kata Ekowati saat ditemui di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juni 2014.

Banyaknya pengidap penyakit tidak menular itu, karena jumlah konsumen rokok–yang berbahan dasar tembakau–di Indonesia mencapai 90 juta jiwa. 68,8 persen pria, dan 6,9 persen wanita. Ironis, perokok menyadari akibat asap tembakau yang diisapnya namun tak juga menghindarinya. Padahal, tembakau tidak hanya berbahaya bagi yang aktif mengonsumsinya. Perokok pasif pun terkena efek buruknya, bahkan lebih berbahaya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menuliskan, asap rokok terdiri atas tujuh ribu senyawa kimia beracun. Salah satunya berupa bahan yang digunakan pada pembersih toilet dan racun tikus. Demi semakin menyadarkan bahaya merokok, pemerintah memberi label peringatan pada setiap kemasan dan reklame rokok.

Mulai 24 Juni mendatang, ada peringatan lain yang akan ditampilkan. Produsen rokok diminta menambahkan gambar efek buruk merokok. Misalnya: paru-paru atau tenggorokan rusak. Gambar seram itu diharapkan bisa membuat takut perokok akan bahaya tembakau.

“Penggunaan gambar lebih mudah menyerap daripada sekadar tulisan. Khususnya bagi perokok pemula atau calon perokok,” kata dr. Lili Sulistyowati, MM, Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes. (.id/vivanews/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.