Sambut Piala Dunia dengan Main Bola Api

Bola Api01

Meski bertajuk sepak bola, namun olahraga unik ini tidak menggunakan bola seperti yang lazim digunakan. Bola yang digunakan sebenarnya adalah buah kelapa tua. Serabut kelapa ini kemudian direndam minyak tanah selama sepekan.
Perendaman yang cukup lama itu dilakukan agar minyak tanah lebih meresap ke sabut kelapa sehingga saat dibakar, nyala api bisa bertahan lebih lama. Itulah yang dilakukan para santri di Pondok Pesantren Darun Najah, Semarang.

Pengasuh Ponpes Darun Najah, M Thoriqul Huda atau kerap dipanggil Gus Thoriq mengatakan, turnamen ini digelar setiap tahun, khusus tahun ini digelar untuk meramaian ulang tahun pondok ke-49 dan menyambut Piala Dunia 2014 di Brasil.

Meski sebagian besar pemain sudah sangat terbiasa dengan permainan ini, tetap saja Gus Thoriq memperingatkan agar para pemain berhati-hati.

Dalam turnamen sepak bola api kali ini, empat tim ikut serta. Selain, Nyepit FC dan Jabal FC dua tim lainnya yaitu Ibnu Jrakah dan Bahil FC ikut meramaikan pertandingan. Keempat tim itu terlihat sangat tangkas memainkan sepak bola ekstrim ini.

Pengasuh Ponpes Darun Najah, M Thoriqul Huda atau kerap dipanggil Gus Thoriq mengatakan, turnamen sepak bola api ini digelar setiap tahun, khusus tahun ini digelar untuk meramaian ulang tahun pondok ke-49 dan menyambut Piala Dunia 2014 di Brasil.

Asykar Farodis, 23, salah satu peserta sepak bola api mengaku senang lantaran bisa berpartisipasi dalam olahraga sepak bola api. ”Senang karena bisa ikut berpartisipasi, apalagi bisa mencetak gol dengan bola api,” ungkapnya senang.
Kata Asykar, teknik permainannya memang berbeda dengan sepak bola biasa. Sepak bola api tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, keberanian, kecerdikan, tapi juga kepiawaian serta ketangkasan dalam memainkan bola. Bahkan, di banyak tempat ada bekal ketangguhan psikis dan kekuatan spiritual.

(bobotoh.id/kompas.com/berbagai sumber/AH)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.