Wayahnyah Yah Rancaékék Macét :)

Jalur Selatan Jabar dari arah Jalan Raya Rancaekek menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung macet akibat adanya aktivitas perbaikan jalan di kawasan Ciburaleng-Parakan Muncang, Senin.
rancaekek-2

Arus kendaraan di jalur lintas provinsi menuju , Tasikmalaya dan Garut itu macet dari mulai titik awal perbaikan jalan kawasan Ciburaleng sampai mengekor ke kawasan industri Kahatex. Antrean kendaraan terjadi karena adanya pengurangan lajur dari tiga lajur arah Rancaekek menjadi satu lajur, atau hanya dapat dilewati satu lajur di sepanjang perbaikan jalan itu.

Pemicu lain antrean kendaraan karena laju kendaraan pelan saat melewati kawasan jalan rusak yang dibongkar untuk diperbaiki. Kemacetan yang berlangsung sejak Senin pagi itu tampak tidak ada petugas berwenang yang mengatur arus lalu lintas.

Sejumlah kendaraan roda dua maupun empat nekad melaju melawan arus di lajur lain yang berlawanan arah.

Sementara arus kendaraan dari arah Cicalengka menuju Bandung lancar, hanya sesekali harus mengalah ketika ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Kemacetan di jalur Rancaekek-Cicalengka itu dikeluhkan sejumlah pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalan itu.

Yadi Setiabudi mengatakan kemacetan di jalur itu terjadi lebih dari sepekan mulai pagi sampai malam, kemacetan lebih panjang ketika bubaran karyawan yang bekerja di industri kawasan jalan tersebut.

“Kalau pagi juga banyak pegawai pabrik yang telat masuk karena kejebak macet,” kata Yadi.

Keluhan lain disampaikan Wandi Setiawan pengendara sepeda motor yang setiap hari kejebak macet di jalur Rancaekek-Cicalengka. Menurut dia penyebab kemacetan karena adanya jalan rusak bergelombang di titik awal perbaikan jalan sehingga kendaraan melaju pelan.

“Saya setiap hari kejebak macet, biasanya saya dari Rancaekek ke Cicalengka 15 menit, sekarang 30 menit,” kata pekerja perusahaan swasta itu. (.id/inilahkoran/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.