World Cup 2014 Sepakbola dan Inovasi Teknologi

WC-teknologi

SEJUMLAH inovasi baru hadir di Brasil, mulai hari ini. Bukti bahwa sepak bola tak lagi murni sekadar olahraga. Piala Dunia 2014 mulai bergulir hari ini. Ini bukan hanya ajang mencari siapa yang terbaik. Piala Dunia juga jadi ajang pembuktian penggunaan teknologi agar sepak bola lebih presisi. Apa saja inovasi baru itu?

Teknologi garis gawang
Empat tahun lalu, Presiden FIFA, Sepp Blatter, bersikeras. Katanya, takkan ada teknologi garis gawang di sepak bola. “Ini permainan manusia. Kesalahan biasa terjadi di lapangan permainan,” katanya.

Menurutnya, kehadiran kamera akan sering menghentikan pertandingan. Memasang chip di bola tidaklah akurat. “Fans suka berdekat atas insiden di pertandingan. Itulah bagian yang manusiawi dari olahraga kita,” tambahnya.

Tiga bulan kemudian, ketika gol Frank Lampard ke gawang Jerman dianulir, Blatter berpikir ulang. “Tentu saja, tak ada larangan membuka kembali perdebatan ini. Secara pribadi, saya mendukungnya jika kita lihat kesalahan-kesalahan fatal wasit,” ujarnya.

Empat tahun berlalu dan kini Piala Dunia untuk pertama kalinya menggunakan teknologi garis gawang, sistem yang disuplai perusahaan Jerman, GoalControl yang dipilih FIFA ketimbang tawaran perusahaan Inggris, Hawk-Eye. Sejumlah 14 kamera berkecapatan tinggi akan merelay kejadian hanya dalam hitungan detik pada jam yang dikenakan wasit.

“Teknologi semacam ini adalah keharusan,” tambah Blatter.

Semprotan Vanishing
Inilah yang terjadi saat ada tendangan bebas langsung. Wasit mengatur jarak 10 yard untuk pagar hidup. Begitu wasit membelakang, biasanya pagar hidup akan bergerak ke depan.
Kali ini, hal itu takkan terjadi lagi karena semprotan vanishing. Substansinya berbasis air akan digunakan menggambarkan garis di lapangan di mana pagar betis harus didirikan. Teknologi ini sudah diuji coba pada Piala Dunia Antarklub.

“Untuk disiplin pertandingan, ini kabar yang sangat bagus. Awalnya saya skeptis, tapi wasit menyukainya,” kata Blatter. Bahan ini tidak berbahaya untuk pemain, lapangan, atau ozon.

Bola
Empat tahun lalu, bola Jabulani mendapat kritikan dari banyak pemain. Kali ini, Adidas menghadirkan Brazuca (cara orang Brasil mengekspresikan emosi, kebanggaan, dan keinginan baik) yang didesain menghindarkan permukaan yang lebih keras dari Jabulani, mengurangi keliaran di udara.

Adidas menyatakan teknologi ini menghadirkan grip, sentuhan, stabilitas, dan aerodinamis yang lebih baik. Bola ini dibuat di pabrik Adidas di Pakistan yang lebih menghargai buruhnya.

Polisi
Dalam semangat Piala Dunia, polisi Brasil mengenakan penutup wajah bergaya Robocop yang bisa memindai 400 wajah dalam sedetik untuk mengidentifikasi perusuh. Dipakai kostum tahan api, dan robot pendeteksi bom.

Pemain
Setiap skuat dilengkapi dengan peralatan membantu statistik yang lebih maju. Pemain Inggris meminta FA iPad scouting app yang dirancang untuk menganalisa kebutuhan masing-masing pemain. Sasarannya: katakan kepada mereka apa yang diharapkan dari lawan langsung mereka.

Televisi
Seperti biasa, pertarungan hak komersial terbesar di luar lapangan adalah soal televisi. BBC menjanjikan 50% bayaran lebih tinggi ketimbang 2010 dan John Lewis dilaporkan meningkatkan 47% penjualan smart TV. Tapi, Piala Dunia tampaknya terlalu pagi bagi teknologi 4K HD –ultra HD dengan 4.000 horizontal pixels.

Sony akan memproduksi tiga pertandingan dari Brasil dalam format 4K, tapi tidak di Inggris. Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia 2018 di Rusia, teknologi 4K akan memainkan peranan penting.  (bobotoh.id/inilahkoran/foto:thestar/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.