Giliran Romero yang Jadi Pahlawan

romero

Bicara soal Argentina, barangkali nama yang paling sering disebut adalah . Tapi kali ini biarkanlah mengambil alih sementara panggung La Pulga. Messi tak bisa dimungkiri memang tokoh utama di skuat Argentina. Kebintangannya makin terang saat empat kali dia menyabet penghargaan man of the match dari enam laga sejauh ini.

Panggung tersebut pada akhirnya diambil alih oleh Romero, saat Argentina menghentikan laju Belanda dalam laga semifinal di Arena Corinthians, Kamis (10/7/2014) dinihari WIB tadi. Kiper 27 tahun itu jadi tokoh utama yang mengantarkan La Albiceleste ke final.

Setelah hanya bermain imbang 0-0 sepanjang 120 menit, Belanda dan Argentina harus menentukan pemenang lewat adu penalti. Sebagai penendang pertama, Messi memang mengawali keberhasilan Argentina. Tapi adalah Romero yang jadi pahlawan, usai mengagalkan dua eksekutor Belanda yakni Ron Vlaar dan Wesley Sneijder.

Layak disebut pahlawan karena berkat dua penyelamatan tersebut, Argentina berhasil memenuhi hasrat kembali ke final setelah 24 tahun, juga menjaga asa meraih trofi juara setelah terakhir kali di 1986. Tapi Romero pribadi lebih suka menyebut dirinya beruntung.

“Aku merasa sangat bahagia, benar-benar senang dengan segala yang sudah berjalan. Penalti adalah sebuah persoalan keberuntungan, itulah realitanya,” kata Romero dikutip BBC.

“Aku merasa percaya diri sebelum adu penalti dan beruntung segalanya berjalan dengan baik. Kami akan menikmati momen ini dan besok mulai bekerja untuk bersiap menghadapi final,” tambahnya.

Di lain sisi, pelatih Belanda Louis van Gaal bisa jadi boleh sedikit berbangga di balik kekalahan timnya. Sebab penampilan cemerlang Romero sendiri tak bisa dipisahkan dari tangannya. Kedua sosok ini pernah bekerja sama di AZ Alkmaar pada periode 2007-2009.

“Kami tidak kalah dari Argentina tapi kemudian adu penalti adalah sebuah persoalan keberuntungan. Tentu saja saya dulu mengajari Romero bagaimana caranya menggagalkan penalti!” sahut van Gaal di situs resmi FIFA.

Bagi Romero sendiri, van Gaal sudah dianggap sebagai seorang penyelamat. Pria 62 tahun itu menjadi sosok yang paling membantunya kala mulai menapaki karier di Eropa pada 2007, salah satunya karena van Gaal menguasai bahasa Spanyol. Karena itulah hubungan keduanya sangat bagus.

“Saat berada di ruang ganti AZ, kami harus berbicara dengan Bahasa Belanda, tapi Van Gaal berbicara padaku dengan Bahasa Spanyol. Itu hal yang sangat penting bagiku untuk melewati periode awal yang berat bagiku. Dia adalah penyelamatku dan karena alasan itulah hubunganku dengannya sangat bagus,” ujar Romero belum lama ini. (.id/detik/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.