Nahas, Timnas (U-19) Teu Jadi ka Spanyol

timnas-u19

Kabar yang datang pada Kamis (24/7) siang kemarin ibarat petir di siang bolong bagi . Bagaimana tidak? PSSI tiba-tiba membatalkan rencana tur Evan Dimas dkk ke  Spanyol, salah satu dari program jangka panjang Indra Sjafri dan tim pelatih skuat Garuda Jaya.

Sebagai gantinya, PSSI memilih mengirimkan Timnas U-19 ke turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam. Adapun tur Spanyol tetap dilaksanakan namun yang akan menjadi wakil Indonesia adalah Timnas U-21 pimpinan Ruddy Keltjes.

PSSI beralasan, turnamen di Brunei akan lebih bermanfaat bagi Timnas U-19. Sesuai cara berpikir ‘orang-orang pintar’ di tubuh komite eksekutif PSSI, keberadaan sejumlah tim ASEAN seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand pada turnamen itu akan lebih menguntungkan baik secara teknis maupun non teknis untuk skuat Indra Sjafri.

Padahal, sejatinya Timnas U-19 akan menghadapi tim-tim kuat Spanyol pada turnamen COTIF yang digelar di Valencia, sebut saja tim junior Barcelona, tim junior Valencia, serta Timnas U-20 dari Brasil, Argentina, Ekuador, dan Cina.

Keputusan PSSI yang menyiratkan lawan-lawan tersebut tidak menguntungkan untuk Timnas U-19 tentu layak dipertanyakan. Secara kasat mata saja, kekuatan tim-tim yang berlaga di Spanyol nanti jauh lebih mumpuni ketimbang lawan-lawan yang akan ditemui Evan Dimas dkk di Brunei. Apalagi berhadapan dengan tim-tim seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand sudah pernah dirasakan skuat Indra Sjafri baik di ajang Piala AFF maupun di laga uji coba sebelumnya.

PSSI bisa dibilang sudah secara sengaja mengubur kesempatan Timnas U-19 untuk menimba ilmu di Spanyol. Tidak cukup menyakitkan, bahkan PSSI kemudian menggantikan mereka dengan Timnas U-21 yang notabene belum memiki prestasi apapun. Perlakuan tersebut benar-benar di luar akal sehat.

Padahal bila menilik ke belakang, usai Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 dan lolos ke kualifikasi Piala Asia Oktober 2013 lalu, saat itu PSSI lewat Badan Tim Nasional (BTN) berjanji akan memberi kepercayaan penuh kepada Indra Sjafri untuk menyusun program jangka panjang untuk anak-anak asuhnya. Target yang ingin dicapai jelas, yakni lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 tahun 2015 di Selandia Baru.

Akan tetapi yang kini dilakukan PSSI justru seperti menjilat ludah sendiri. Tur Eropa, tur Timnas U-19 yang telah dinanti-nanti masyarakat pecinta sepak bola di tanah air, malah diberikan kepada ‘timnas’ yang lain. PSSI secara terang-terangan telah mengintervensi program jangka panjang yang telah dibuat Indra Sjafri dan tim pelatih Timnas U-19.

Apa salah Timnas U-19? Bahkan Timnas U-23 yang hanya mencapai final SEA Games yang lalu saja bisa melakoni tur ke Italia melawan tim-tim kuat di sana. Apakah prestasi merengkuh gelar pertama dalam 22 tahun dianggap kurang membanggakan? Apakah prestasi lolos ke Piala Asia, yang tak bisa dicapai tim-tim usia muda sebelumnya, dianggap keberuntungan semata?(.id/republika/ar)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.