Kadé Ah, Jalan Sambil WhatsApp-an Bakal Kirim Anda ke UGD

texting-championship-contest

Canggihnya teknologi membuat cara hidup manusia modern berubah. Jika dulu, saat berjalan kaki bisa sambil melihat di sekitar kini hadirnya menyandera mata penggunanya.

Banyak orang yang berjalan kaki sambil terus menatap layar smartphone untuk menonton Youtube, scroll time line Facebook, update Twitter, atau chatting dengan teman. Jalanan di depan mata sembari lalu diperhatikan. Akibatnya, tangga dan lubang tak terlihat. Kaki terkilir maupun kepala terbentur kini lumrah terjadi pada manusia modern gara-gara ‘sandera’ layar smartphone.

Buktinya, di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat mencatat berjalan kaki sambil bermain smartphone menyumbang 78% cedera pejalan kaki. Lalu, dalam jurnal Injury Prevention menemukan bahwa 1 dari 4 sekitar 3.500 pejalan kaki di Manhattan tetap aktif menggunakan smartphone saat menyebrang jalan.

“Ini merupakan masalah besar jika dilihat dari sudut pandang kesehatan masyarakat,” jelas Dr Corey Basch, profesor dari William Patterson University seperti dilansir NY Daily News, Minggu (10/8/2014).

Sebenarnya saat berjalan kaki di pinggir jalan dan menyebrang jalan yang terpenting adalah keamanan diri baik dari jalanan maupun kendaraan bermotor.

“Jadi mengapa kita mempertaruhkan hidup kita untuk sekedar membalas canda teman yang hadir di handphone?. Banyak orang yang yang terobsesi pada hal-hal tak penting,” tutur Dr Larry Rosse seorang psikolog spesialis isu teknologi dari California State University. (.id/liputan6/ayc)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.