Apa Kabar, GBLA? Hadeuh.

BLA-dtnews

GELORA Lautan Api (GBLA) Gedebage Kota yang telah menjadi kebanggaan warga kota dan Jawa Barat umumnya, halo apa kabar progresnya ? Paling anyar, (14/1/2014) berkunjung kesana, khusus untuk “finishing” jalan dan jembatan Cisalatri yang merupakan akses vital ke satdion megah ini, belum rampung.

“Padahal ini proyek katanya harusnya beres Desember 2014. Tuh, lihat masih digarap kan. Ada yang aneh kayaknya?” papar Maman (43), penduduk Cisaranten Kidul Kota Bandung yang sedang berkunjung ke kerabatnya yang tinggal di dekat stadion ini. Maman sebagai penggemar sepakbola, tampaknya sudah ngebet lihat tim kojonya bermain di stadion ini.

Sorotan atas “terbengkalainya” pembangunan jalan dan jembatan Cisalatri di stadion BLA, pada minggu pertama dan kedua Januari 2014 cukup ramai dibahas di media massa, salah satunya dikaitkan dengan rencana pembukaan PON 2016.

Sebagaimana diketahui proyek berdasarkan pagu anggaran berbiaya Rp. 74.851.500.000 dengan nilai HPS Rp. 67.755.336.000 dan bersumber dari anggaran 2014 yakni APBD bantuan Provinsi Jabar, dan pengerjaannya dimenangkan perusahaan pelat merah PT Adhi Karya dengan nilai penawaran Rp.53.817.800.000, kenyataan di lapangan sangat berbeda.

Tak urung Ali Hasan, Ketua Komisi lV DPRD Jabar, melihat kenyataan ini merasa berang: ”Setelah volume diturunkan 70%, tak selesai juga. Dilapangan paling hanya 65%. Sekarang mau addendum lagi, penyesuaian kontrak 65%. Akal-akalan apalagi ini ? Volume diturunkan, dasar hukumnya apa ? Dalam kontrak hanya ada dua hal selesai 100% atau putus kontrak. Harap Pemkot Bandung memutus kontrak kalau tak diperpanjang 50 hari, itu harus di-black list”.

Pihak lain yang merasa terusik dengan kinerja PT Adhi Karya yang bekerja secara “akal-akalan”, juga dikemukakan Dany Rustiana, Ketua Asosiasi Kontraktor dan Konstruksi Indonesia (Askindo) Kota Bandung:”Pemkot Bandung harus tegas soal molornya proyek ini. Bila dibandingkan dengan pemecatan PT Silvas, kontraktor proyek trotoar granit di Jl. Braga dan Jl. Riau Bandung, ada ketidakadilan. Kedua kontraktor ini disebut brengsek oleh Emil (Ridwan Kamil, Walikota Bandung). Coba, Emil berani nggak bilang brengsek sama PT Adhi Karya?”.

Opini lain dari Arif Hidayat, sekertaris LSM CADAS (Ciri Aspirasi Dari Abdi Sanagara) yang selama ini giat dalam memperjuangkan hak sipil dan lingkungan hidup, pun berpendapat hampir senada dengan Dany: ”Pihak Pemkot Bandung dan yang berwajib harus segera turun tangan menyangkut molornya proyek ini, anehnya masih dikerjakan pula hingga hari ini (14/1/2014 – red). Ini seperti ada permainan diantara mereka”.

Penutup pada hari itu,  sempat bertanya kepada beberapa penduduk yang tinggal “sepelemparan batu” dari Stadion BLA Gedebage Kota bandung tepatnya di Cempaka Arum Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, rata-rata menyangssikan selesainya proyek ini untuk pembukaan PON 2016: ”Lihat aja tuh jalan utama keluar masuk di Cisalatri, masih dikerjakan, kayak keong mah kerjanya. Inilah dari kami buat warga Bandung dan Jabar”, dengan gesture sinis. (ar/.id/dtnews).-

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.