AGAMA LEUWIH PENTING TI SEPAK BOLA

Manchester City Training and Press ConferenceSamir Nasri memang dikenal sebagai muslim yang taat. Pemain yang dibesarkan di Kota La Gavotte Peyret, bagian dari daerah Septemes-les-Vallons, sebelah utara Marseille, Prancis ini adalah keturunan Aljazair dan anak tertua dari empat bersaudara.

Ibunda Nasri, Ouasilla Ben Said, adalah ibu rumah tangga. sang ayah, Abdelhafid Nasri, dulunya sopir bus sebelum memutuskan menjadi manajer anaknya. Kakek Nasri adalah warga Aljazair lalu pindah dan menetap di Prancis.

Sejak kecil, orang tua mendidik Nasri dan ketiga adiknya dengan nilai-nilai Islam. Mereka hidup sederhana. Maklum pendapatan bapaknya tidak besar.

 Kelihaian Nasri ditemukan oleh pencari bakat Freddy Assolen. Dia mengatur dan memboyong lelaki ramping ikut kompetisi sepak bola anak-anak melawan akademi klub AC Milan dan Juventus.

Dasar mujur, sepulang dari ajang itu, klub sepakbola Prancis, Marseille, menawarkan beasiswa pelatihan kepada dia. Sewaktu mulai bermain sepak bola, dia menggunakan nama belakang ibunya, Ben Said. Tetapi setelah terpilih dalam tim nasional Prancis usia di bawah 16 tahun, dia memakai marga ayahnya, Nasri.

Sejak itu, bakat Nasri mulai dipoles.

“Dia dapat melakukan apapun dengan bola. Cara dia membawa bola dan operannya sangat baik. Tendangan kaki kiri dan kanannya sama-sama bagus,” kata Freddy Assolen.

Buat Nasri agama lebih penting dari sepak bola. Salat lima waktu tidak pernah dia tinggalkan. Gelandang serang ini selalu menadahkan kedua telapak tangan seraya membaca Surat Al-Fatihah sambil menundukkan kepala sebelum peluit ditiup sebagai tanda pertandingan dimulai.

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.