KANG, SAYA MAU IKUT AKANG !

Kata-Kata-Terakhir-Didi-Petet-Dalam-Preman-Pensiun-Episode-Terakhir (1)Kang Bahar tidak sekedar menyerahkan ‘tampuk’ pimpinan kepada Muslihat. Tapi aya pesan moral perihal bisnis preman dan batu akik nu keur digandrungi ku berbagey kalangan.

Ada kalimat yang menyentuh dan membuat baik Kang Bahar maupun Muslihat sebagey penerus nyah terlihat berkaca-kaca. Dan mengbuat kita juga sedih. Muslihat ngomong kieu :

“Kang, saya mau ikut akang. Menempuh jalan baru.” (Sambil memohon jeung sesegukan kaluar cimata)

Kang Bahar mendekat, lalu memegang kepala Kang Mus dengan suara bergetar menahan tangis serta mencoba tetap tegar. “Kamu punya jalan sendiri!”

Lalu Kang Bahar melepas tangan nyad dari kepala Muslihat, berbalik menuju mobil. Langsung masuk ka mobil dan mengninggalkan Muslihat nu keur sedih. Adegan haru itu makin memiliki makna mendalam ketika mimik muka Kang Bahar yang ketika itu mencoba tegar, menahan tangis haru. Serta menglarang Muslihat mengikuti jejak nyah.

Selamat jalan Kang Bahar. Selamat jalan Didi Petet.

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.