BENANG MERAH ‘PREMAN PENSIUN’ : Ngahargaan ka pamajikan !

Preman-Pensiun-TamatSinetron Preman Pensiun keur rehat heula. Sutradara na keur neangan bahan deui. sarangkaian episode nu ditayangkeun, aya hiji benang merah nu bisa disimpulkeun. Kita bisa belajar bagaimana menghargai seorang istri.

Bahar sebagai pimpinan preman begitu sayang dengan istrinya. Saat istri sakit, dengan setia Bahar menemani, merawat dan menghibur istrinya. Demikian juga di salah satu episode, Bahar menghukum anak buahna nu tega memukuli istrinya. Bagi Bahar, seorang istri adalah teman, pendamping setia suami, sehingga tidak boleh ada penganiayaan dan perbuatan kasar.

Di sisi lain, Muslihat juga sangat marah pas anak buahna ketahuan ngagoda pedagang pasar. Bagi kelompok preman ini, salah satu aturan yang harus ditaati adalah tidak menyakiti istri, setia dengan istri dan tidak tergoda dengan perempuan lain. Penghormatan kepada istri sangat besar.

Bahkan sosok Muslihat selalu makan di rumah meskipun dia selalu dijalanan. Dia lebih suka dadar telur dan kecap buatan istrinya dibandingkan makanan di luar rumah.

lain lagi jeung tokoh Komar (preman pasar) nu mampu ngundang tawa dalam setiap penampilannya karena terlihat berbadan besar, kekar, serem dengan rambut panjang dan gimbal, tegas kepada anak buahnya tetapi takut setengah mati dengan istri dan Kang Mus. (.id/HP)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.