KAMERAD VLADO, SATU BINTANG ITU DARIMU ! | Kami rindu kamu

bek-persib-bandung-vladimir-vujovic_20141120_154058Hay, kamerad! Apa kabar? Ketika kamu mengbaca tulisan ini, dimanapun itu dan entah kapanpun itu, semoga kamu dalam keadaan baik jeung tetap minum coca-cola tentunya..

Saya akan selalu ingat tentang malam di Palembang, saat semifinal ISL melawan . Ketika kami geus mulai memikirkan jalan keur balik ka dengan membawa kekalahan, mulai pasrah bahwa nasib baik ternyata tidak memihak kami, kemudian kamu muncul dengan membawa golden melalui gol penyeimbang kamu.

Harus kamu tahu, kami, para nu berdiri di tribun Selatan Gelora Jakabaring, termasuk Kang Emil dan Ibu Atalia malam itu seperti sekumpulan manusia kehausan di padang pasir nan tandus lalu menemukan sumber air ditengah harapan nu hampir mustahil. Saya ingat betul bagaimana Kang Emil kemudian bersuka cita sambil meluk istrinya pas gol itu terjadi. Disamping Kang Emil, aya Om Budi Bram yang juga mengepal tangan kaatas. Saat itu Budi Bram memakai jersey pemberian kamu, nomor punggung 3 bertuliskan Vladimir. Otak saya merekam betul kejadian itu. Satu ruang dimana kamu menghidupkan lagi harapan seluruh kota.

Musim bermain kamu mencapai angka 3.851 menit, dengan produksi tujuh gol. Kamu juga pernah mendapatkan sabelas kartu koneng jeung hiji kartu merah. Tapi, apalah gunanya serentetan angka-angka itu? Data tadi teu pernah merekam berapa banyak tepukan tangan jeung teriakan – teriakan pembakar semangat untuk menyemangati teman- temanmu nu sudah tidak tahu harus bagaimana lagi ketika tertinggal 0-1 ku Arema.

Di penghujung , kamu sendiri ahirnya nu berhasil memecah kebuntuan itu. Seorang brilian di momen nu teramat tepat. Tanpa gol itu, kami tidak akan pernah bisa mendapatkan tiket emas ka babak . Nu penting bukan bagaimana gol itu tercipta dan terjadi. Tetapi respon kamu terhadap untuk tidak menyerah dan menjaga api harapan itu tetap ada adalah yang terbaik. Kami akan selalu ingat itu, kawan. Seorang keras kepala nu begitu benci kekalahan bernama Vladimir Vudjovic.

Kamu adalah seorang batu karang paling tangguh yang akan selalu tercatat dina sejarah. Bukan hanya karena apik. Tetapi, karena kamu mengjadi pembeda diatas logo Kota Bandung dengan sebuah bintang. Dan sejarah akan selalu mencatat pemenang, bukan seberapa tangguh kamu bernafas. Dan kamu adalah pemenang, Vlado.

Tuan Vlado, sejauh apapun kamu, Luna, dan istrimu nu geulis itu melangkah. Kamu pasti kan kembali ke Budva, sejauh itu pula kami akan selalu menerima kamu di Bandung. Jikapun kamu tidak akan pernah kembali, percayalah bahwa Bandung moal pernah lupa terhadap seorang komandan perang asal Balkan bernama Vladimir Vujovic. No 3 itu akan selalu menjadi milik kamu. Terimakasih telah memberikan semua energi terbaik yang kamu punya selama sataun setengah terakhir. Selamat berpetualang, selamat melanjutkan hidup. Hatur nuhun, kamerad Vladimir Vujovic!. (Bobotoh.id/HP/@riphanpradipta).

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.