KENALKAN NAMA SAYA KINANTI BAHAR ! | Buah jatuh teu jauh ti pohon nya

kinantiBuah jatuh tidak jauh pohonnya. Mungkin ini pepatah orang tua dulu nu masih berlaku di bisnis almarhum keluarga kang Bahar. Dengan naluri menyelidik, kepedulian serta ketegasan, Kinanti putri bungsu almarhum Kang Bahar mulai ningalikeun sifat-sifat nu dimiliki bapaknya.

Kinanti yang awalnya merasa risih dengan jabatan ‘preman’ dari bapaknya, sehingga harus diputuskan pacarnya. Seiring waktu mulai menyadari bagaimana kiprah yang pernah dikerjakan bapaknya. Kinanti perlahan tapi pasti mulai juga melakukan napak tilas ke beberapa pelaku usaha yang dulu pernah dibantu serta dipermudah ku bapak nya.”Dia seorang legenda,” kata Odang, pelaku tunggal nu matahkeun tangan kiri Dikdik.

“Saya bisa saja menyuruh orang untuk membuat tangan kamu lebih parah seperti Dikdik. Tapi saya tidak lakukan, karena kamu punya keluarga dan harus nyari nafkah,” tegas Kinanti kepada Ujang.

Muslihat selaku pimpinan para preman, akhirnya sedikit kaget dan seolah tidak percaya ketika Ujang memberitakan kalau dia sudah dimaafkan oleh Kinanti. “Nama Kinanti kan banyak, ini Kinanti siapa?,” tanya Muslihat. “Kinanti anaknya Kang Bahar !,’  jelas Ujang.

Apakah kiprah Kinanti akan menggeser Muslihat ?

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.