POLISI DIINGATKAN SOAL MATCH-FIXING | Ieu tugas bersama !

skorDirektur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan mengatakan upaya pemberantasan match-fixing atow pengaturan skor dalam sepak bola adalah tugas bersama antara PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jeung Kepolisian Republik .

Hal tersebut dikatakan Aristo menanggapi kasus penangkapan Nasiruddin, eks wasit asal Indonesia, yang melakukan penyuapan untuk mengatur hasil laga Timor Leste vs Malaysia di SEA Games 2015.

Nasiruddin bukan pemain baru dalam praktik penyuapan. Taun 1997 silam di ajang SEA Games, pria 52 taun itu juga terlibat dan diganjar larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola selama 10 taun ku PSSI.

Sayang, sangsi tersebut belum menimbulkan efek jera jeung teu dibarengi ku penegakan hukum terkait praktik suap.

Delik aduan nu dimaksud Aristo adalah pihak berwajib kudu menunggu pengaduan terlebih dahulu ti pelapor, baru melakukan penyelidikan dan seterusnya hingga berujung penangkapan.

“Tugas memberantas match-fixing ini adalah tugas bersama. PSSI untuk memproteksi kegiatan sepak bola, ketika ada tindakan lain maka penegak hukum harus ikut,” kata Aristo lagi.

Untuk memangtow kinerja kaduanya, Aristo juga berharap masyarakat sipil dapat ambil bagian. “Kasus ini sangat disayangkan, apalagi dia pelaku sepak bola. Dia sudah diproses pengadilan sana sejak SEA Games dua bulan lalu, jadi mungkin sudah dapat bantuan diplomatik atau disediakan pengacara. Itu tugas Kementerian Luar Negeri,” katanya lagi. (.id/HP/liputan6.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.