TINDAKAN REPRESIF POLDA BUAT DIRUT PT PBB | Soal penggelapan 1.6 milyar !

manajemenPenyidik Polda Jabar didesak untuk segera melakukan langkah-langkah represif terhadap Dirut PT Bermartabat (PT PBB), RAW, tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan uang Rp 1,6 miliar milik Hamynudin Fariza. Langkah itu perlu mengingat tersangka terus mangkir saat akan diperiksa.

Penasehat hukum Hamynudin, Erlan Jayaputra menilai penyidik harus cepat tanggap dalam kasus ini demi kepastian hukum. Terlebih beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Bandung pun sudah memenangkan pihaknya dalam proses praperadilan melawan Polda Jabar. Artinya kasus tersebut harus lanjut hingga ke persidangan.

“Jadi tersangka ini sudah tiga kali dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Tapi yang bersangkutan selalu mangkir,” ujar Erlan.

Erlan pun mendesak agar penyidik segera mengeksekusi tersangka. Apa yang dilakukan tersangka RAW, kata Erlan, sudah benar-benar melecehkan hukum.

“Tiga kali dipanggil selalu mangkir. Tersangka ini sudah melecehkan hukum dan menjatuhkan wibawa Polda Jabar,” kata Erlan.

Seperti diketahui, RAW sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 Agustus 2013. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan disampaikan pihak korban, pada 10 Juni 2013 lalu. Laporan Polisi Nomor LBP/514/VI/2012/JABAR an pelapor Hamynudin Fariza, yang melaporkan dugaan telah terjadinya penipuan terkait dengan pemberian dana dengan diiming-imingi akan menjadi Panpel kompetisi ISL tahun 2012/2013. Dana yang dikeluarkan Hamynudin Fariza sebesar Rp 1,6 miliar. (.id/HP/PRLM)

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.