6 FAKTA UNIK SAAT SOEKARNO BACA TEKS PROKLAMASI | Soekarno sakit jeung mik mati

bkMERDEKA.!!!! 70 tahun sudah merdeka, meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang keluar dari masyarakat yang menanyakan kebenaran akan sudah merdekanya bangsa ini. Terlepas dari penilaian masyarakat yang seperti itu kita tetap harus menghargai pejuang-pejuang kita terdahulu yang sudah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah. Beragam peristiwa patriotik mereka terukir dalam sejarah yang pasti disampaikan guru-guru ataupun orang tua kita di sekolah maupun di rumah.

Namun dibalik kumpulan peristiwa bersejarah tersebut terdapat juga beberapa fakta yang cukup unik dibalik peristiwa proklamasi Indonesia yang mungkin terlupakan atau bahkan sama sekali kita tidak mengetahuinya. Apa sajakah itu..? Marilah kita simak beberapa informasi dibawah ini.

1. Soekarno Sakit dan Tidak Berpuasa

Soekarno sedang menderita malaria yang menyebabkan dia tidak enak badan dan demam. Pada saat itu Bung Karno harus begadang bersama sahabatnya untuk menyusun naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah selesai, Bung Karno dialiri chinineurethan intramusculair dan meminum obat pil brom chinine serta kemudian tidur.
Besoknya Bung Karno bangun pada pukul 09:00 dan tepat pada pukul 10:00 membacakan teks Proklamasi. Setelah selesai mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dilakukan upacara bendera, Bung Karno kembali ke kamar tidur dan beristirahat namun revolusi telah dimulai.

2. Bendera Pusaka Terbuat dari Kain Sprei

Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu dianggap terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan ke Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana.

3. Naskah Proklamasi Hilang, dan Ditemukan di Tempat Sampah

Draft teks proklamasi ditulis tangan di secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah di rumah Laksamana Maeda. Beruntung, wartawan BM Diah menemukannya. Setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, akhirnya dia menyerahkannya kepada presiden Soerharto pada tanggal 29 Mei 1992.

4. Upacara Dilangsungkan Secara Sederhana

Upacara berlangsung tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancagram. Tiang bendera yang terbuat dari bambu juga hanya di pasang sekitar beberapa menit sebelum upacara dilaksanakan. Namun pada saat itu rakyat Indonesia yang telah berada di halaman rumah Soekarno serentak menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berbaris rapi tanpa ada yang memandu.

5. Negatif Film Foto Dokumentasi Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon

Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor. Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut sempat dirampas Jepang, tentu kita tak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang bersejarah.

6. Microphone Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi

Ketika Soekarno sedang membacakan teks proklamasi, tiba-tiba saja microphone yang digunakannya mati. Dan rekaman-rekaman teks proklamasi yang saat ini sering diperdengarkan adalah teks yang direkam pada tahun 1950an. (.id/HP/infobandung.co.id)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.