BONEK 1927 MENGDUNGKUNG PIALA PRESIDEN ! Asalkan tidak ada nama Persebaya

bonekBonek 1927 protes keras dengan keputusan Mahaka Sports and Entertainment, yang mengnyertakan Persebaya Surabaya di bawah manajemen PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) jadi peserta di Piala Presiden. Mereka berjanji akan ngerahkeun massa keur melakukan aksi protes.

Presidium Bonek 1927, Andy Peci, mengatakan pihaknya sebenarnya mendukung turnamen Piala Presiden 2015. Asalkan dalam turnamen tersebut tidak ada nama Persebaya yang menurut klaimnya bukanlah klub asli.

Andy telah menyampaikan secara langsung keberatannya itu kepada CEO Mahaka, Hasani Abdulgani, di Jakarta. Mereka meminta dengan tegas tidak mencantumkan nama Persebaya di turnamen yang jadi pramusim ISL 2015-2016 tersebut.

“Kami tidak masalah bila mereka memakai nama Surabaya United untuk ikut turnamen ini. Tapi, yang penting jangan atas namakan Persebaya,” ia menambahkan.

Sebelumnya Bonek 1927 telah mengirimkan surat terbuka bagi Presiden Joko Widodo soal ikut sertanya Persebaya di Piala Presiden 2015. Andy berjanji beberapa hari ke depan akan berdemo di Istana Presiden.

Di sisi lain, akibat konflik dualisme Persebaya itu, persiapan para penggawa Persebaya yang berada di bawah pengelolaan PT MMIB untuk berlaga di Piala Presiden 2015 jadi terganggu. Sebab, fokus para pemain menjadi terpecah. Maklum, hal ini menyangkut tempat mereka bernaung.

Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan, mengaku tak kaget saat mengetahui konsentrasi para pemainnya terbelah karena kabar tersebut. Namun, ia yakin anak buahnya bisa mengatasi guncangan itu. “Mereka pemain profesional. Ini bukan domain mereka, biarkan para pengurus yang memikirkannya,” ujar Ibnu.

Kasus dualisme Persebaya ini senantiasa jadi sorotan karena kedua kubu sama-sama memiliki pendukung loyal dan sama-sama mengklaim sebagai pihak yang asli atau berhak menggunakan nama Persebaya yang seutuhnya. (.id/HP/Bola.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.