DJANUR : PERSIB MENGYIAPKAN EKSEKUTOR PINALTI | Tidak mengenal hasil draw

penaltiAda beberapa peraturan baru di babak penyisihan Piala Presiden, salah satunya adalah tidak mengenal di setiap laga. Menyikapi hal tersebut,   Bandung sudah mulai mengnyiapkan beberapa eksekutor keur menghadapi babak adu pinalti di fase grup Piala Presiden 2015.

Artinya, di setiap laga harus ada yang dan kalah. Jika dalam 2×45 menit terjadi hasil imbang, kedua tim harus mengakhiri laga tersebut dengan adu penalti. Tim yang lewat adu penalti akan mendapatkan poin dua, sedangkan yang kalah meraih satu poin.

Itu berbeda dengan tim yang langsung meraih kemenangan di waktu 2×45 menit. Tim yang menang pada waktu normal akan mendapatkan poin tiga, sedangkan yang kalah tidak mendapatkan poin.

“Semuanya peraturan pertandingan itu kita ikuti, karena pasti dalam satu event itu saling berbeda-beda. Ya kita ikutin apa yang jadi aturan di turnamen itu. Tapi kan tak akan jadi beban, adu penalti kita sudah biasa,” kata Djadjang Nurdjaman, Persib seperti dikutip Simamaung.

Maka itu, Djadjang pun sudah mulai memilih siapa saja yang akan menjadi eksekutor jika adu penalti itu terjadi. “Pasti kita persiapkan, apalagi kita jauh-jauh hari sudah tahu, ya kita latihan. Tinggal kita harus menyiapkan minimal lima orang kita siapkan lagi,” jelasnya. (.id/HP/Goal.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.