DUALISME KLUB, PENJUALAN JERSEH MENGNURUN ! Ada Persebaya dan Persebaya 1927

jersehPiye kabare rek… jual jerseh ne laku ? Di era kejayaan Persebaya Surabaya, penjualan pernak-pernik nu berbau kleub kebanggaan masyarakat Surabaya laris manis bak kacang goreng. Namun, sejak 2010 saat Persebaya mulai terbelah mengjadi dua, Persebaya Surabaya jeung Persebaya 1927, penjualan aksesoris Persebaya mengnurun.

Imbasnya, omzet para penjual aksesoris pun merosot tajam. Bahkan tak sedikit yang harus gulung tikar. Hal itu dirasakan beberapa pedagang kaos maupun outlet Bonek yang tersebar di beberapa wilayah di Surabaya.

Dedengkot Bonek Mania yang juga perintis usaha aksesoris Persebaya dengan label Green Shop, Hamin Gimbal, mengakui pendapatan tokonya jauh menurun sejak konflik dualisme Persebaya terjadi.

Jika semula setiap hari mereka bisa mendapat pemasukan Rp 1,5 juta per hari, kini terpuruk di bawah Rp 1 juta. Hal ini mengakibatkan dua toko dengan label yang sama harus gulung tikar alias ditutup.

Dulu selain di Tambaksari, juga ada di Benowo dan Tandes Surabaya. Tapi karena omzetnya terus menurun, dengan terpaksa harus mereka tutup. Sebab dengan penghasilan di bawah Rp 1 juta perhari, menurut Hamin tidak cukup untuk membayar gaji karyawan dan biaya produksi.

Padahal, usaha untuk mengatrol penjualan sudah mereka lakukan dengan berbagai cara. Selain memberikan diskon, mereka juga menjual via online. Tapi, semua upaya itu seakan mubazir.

Hamin mengakui, terbelahnya Persebaya dan Bonek menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan aksesoris Persebaya. “Tidak hanya kaos, tas, syal dan pin juga laku keras. Tapi, sekarang sangat sepi,” katanya. (.id/HP/Bola.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.