KALAU KLUB GAK SIAP, JANGAN IKUT KOMPETISI | Soal Salary cap

umuh mMenejer , Umuh Muchtar, mengnyatakan teu satuju dengan wacana regulasi “Salary Cap” (pembatasan gaji pemain) nu dikaluarkeun PT Liga (LI) keur pemaen sepak bola di . Menurut Umuh, jika wacana itu diberlakukan, akan ada penurunan kualitas permainan para pemaen itu sendiri. Jadi lebih baik seperti biasa saja.

Menurut Umuh, jika Salary Cap diberlakukan kemungkinan pemain yang memiliki kualitas dalam bermain belum tentu menerima aturan seperti itu. Kontrak menurut kualitas pemain itu sendiri. Masa pemain bagus nilainya sama dengan pemain biasa-biasa.

“Jadi lebih baik serahkan saja ke klub masing-masing sesuai dengan kemampuanya dalam mengontrak pemain. Kalau klub tidak siap lebih baik enggak usah ikut kompetisi. Jangan membatasi hak pemain. Kalau dibatasi harapan pemain bisa hancur,” jelas Umuh.

Seperti diketahui, CEO Liga Indonesia Joko Driyono telah menawarkan tiga pilihan yang akan dijadikan regulasi pada ISL 2016 nanti, yakni Financial Fair Play, Salary Cap, dan Budgeting Cap.

Tiga opsi tersebut diadopsi dari regulasi Eropa demi perbaikan dan kompetisi ISL lebih profesional. Namun, Umuh berharap regulasi yang ditawarkan PT LI tidak terwujud.

Menurut Umuh, dengan adanya aturan itu akan memancing manajemen berbohong terhadap kontrak pemain. “Sebagai contoh, seandainya gaji harus 70 ribu rupiah tetapi pemain ingin Rp 100 ribu, itu akan menimbulkan kongkalikong antara klub dan pemain.” (.id/HP/tribunnews.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.