KEJAMNYA BELANDA MENGJUAL BUDAK INDONESIA | Make iklan lewat koran !

BUDAKMempromosikeun suatu barang di media massa keur tujuan supaya bisa diketahui banyak orang sebagai ajang transaksi perdagangan di tak hanya dilakukan di era pascakemerdekaan saja.

Jauh sebelum itu, Pemerintah Hindia Belanda yang menngjajah Indonesia telah memanfaatkan media massa (saat itu koran) arena promosi. Mereka tak hanya mengiklankan rumah, peralatan rumah tangga atau pun sebidang tanah. Dengan kejamnya mereka juga mempromosikan rakyat-rakyat Indonesia yang dipekerjakan dan dikuasai alias diperbudak.

Tak seorang pun dari budak yang berani melawan atau menentang penjualan diri mereka. Karena, jika melawan, maka sang Belanda penguasa budak bisa marah dan menyiksa budak itu.

Biasanya, iklan dipasang oleh para tuan tanah asal Belanda, karena memang, budak atau pekerja sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Para budak diperjualbelikan melalui promosi iklan di koran karena mereka dinggap sebagai benda yang harkat dan martabatnya bernilai ekonomis. Mereka diistilahkan dengan sebutan budak belian.

Biasanya budak yang diiklankan tersebut adalah budak pilihan yang memang berharga tinggi.  Budak yang berharga tinggi tersebut, misalnya yang memiliki keterampilan khusus seperti pandai menyanyi atau bermain musik terutama musik orkes. Misalnya saja si budak belian pandai memainkan seruling, klarinet, biola, terompet, kastanyer dan bassoon. (.id/HP/viva.co.id)

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.