PROMOSI LEGENDA BADMINTON ! | Ningkatkeun minat sa ALam Dunya

badmointonProgram Yonex Legend’s Vision nu menglibatkan opat legenda badminton sukses digelar. Sayang, satu tiga legenda teu hadir, yakni Lin Dan (Tiongkok).

Meski Lin Dan tak hadir, program Yonex Legend’s Vision tetap berlangsung meriah. Sebelum menggelar sesi coaching clinic dan menggelar pertandingan eksibisi di GOR Asia Afrika, terlebih dulu digelar talkshaw yang dihadiri Taufik Hidayat, Lee Chong Wei (Malaysia), dan Peter Hoeg Gade (Denmark).

Sebelumnya, Yonex Legend’s Vision sudah digelar di Bejing. Setelah , nantinya akan digelar juga di Malaysia dan Denmark. Melalui porgram ini, legenda-legenda bulutangkis tersebut akan mengunjungi negara-negara di Eropa, Amerika, dan Afrika untuk meningkatkan minat masyarakat bermain bulutangkis.

“Visi saya ingin mengembangkan bulutangkis di dunia dan membuat bulutangkis olahraga yang global. Saya ingin mempromosikan bulutangkis di negara-negara dimana bulutangkis tidak terlalu popular,” ungkap Taufik.

“Empat legenda bulutangkis ini sudah memberi efek positif bagaimana dunia memandang bulutangkis. Kita lihat sendiri bagaimana di kejuaraan dunia kemarin seluruh suporter tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia menyaksikan. Acara Yonex Legends Vision ini sangat bagus, saya berharap akan ada penerus legenda bulutangkis ternama dari Indonesia setelah Taufik Hidayat,” kata Gita dalam pidatonya.

Selain talkshow mengenai pemaparan program pengembangan bulutangkis ke seluruh dunia, para legenda bulutangkis juga bermain di eksibisi di Gedung Bulutangkis Asia Afrika.

“Saya ingin sekali bulutangkis menjadi olahraga yang lebih popular dan lebih besar dari sekarang, kalau bisa lebih dari tenis. Tujuan utamanya mengembangkan bulutangkis diluar Asia, karena bulutangkis sudah cukup terkenal di Asia, jadi kami ingin masuk ke Eropa, Amerika dan Afrika,” tutur Taufik, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004.

Pada kesempatan ini, PBSI dan Yonex saling memberikan penghargaan atas jalinan kerjasama yang terlah terjalin selama 43 tahun. Perusahaan apparel bulutangkis asal Jepang ini telah mendukung tim Indonesia sejak era Rudy Hartono, Susy Susanti, Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky dan sebagainya. Yonex juga menyumbangkan 200 buah raket ke delapan sekolah. (.id/HP/inilah.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.