PENJELASAN LENGKAP EKO NOER KRISTIYANTO TENTANG MENGAPA DIA MAU MEMBANTU TIM KUASA HUKUM JAKMANIA

Berikut penjelasan lengkap Eko Noer Kristiyanto yang belakangan ini dikabarkan bersedia membantu kuasa hukum dari sekjen Jakmania:

  • Awalnya saya gak setuju, takut ada kontra dari temen-temen saya, takut dibilang “Ai dulur diantep, ai batur dibela.”
  • Saya menerima tawaran ini setelah mengetahui ada anak Viking Bekasi yang hilang.
  • Harus ada orang yang tau pergerakan Jakmania saat ricuh di GBK atau di Jakarta seperti apa.
  • Si “F” orang baru, dia bukan orang lapangan yang bisa menggerakan massa.
  • Saya ini suporter, saya tau orang yang bisa menggerakkan masa itu orang-orang yang punya penerimaan secara sosial, contoh: Alm. Ayi Beutik.
  • Semua orang melakukan provokasi, bukan cuma dia. Bahkan sepertinya saya pun sebelum pertandingan berlangsung saya melakukan provokasi.
  • Tersangka seperti melakukan interaksi di akun twitternya, jangan jangan tersangka cuma mengancam satu orang.
  • Si “F” bukan orang yang bisa diterima secara sosial di Jakmania.
  • Ada orang lapangan yang menggerakkan, ada semacam mentor di lapangan, dan saya yakin Si “F” tidak punya kemampuan itu.
  • Si “F” ini tipikal orang kalem, senang diskusi, bukan orang-orang lapangan yang bisa mengerahkan massa, betul dia bekas media online, Si “F” juga aktifis di LBH (Lembaga Bantuan Hukum).
  • Di supporter ada garis komando, suporter mengikuti perintah dari orang yang diterima secara sosial/kharismatik, dan F tidak memiliki itu.
  • Alasan utama tentang anak Viking Bekasi yang hilang, harus punya akses info yang jelas.
  • Kuasa hukum “F” meminta saya untuk membantu dan tidak ada tendensi, mereka tak memandang saya .
  • Mau suporter manapun pasti saya bantu. beda agama, suku, etnis, atau apapun pasti saya bantu di depan hukum.
  • Saya bukan pengacara, saya bukan yang bisa beracara, dan saya membantu bukan karena duit. Saya sukarelawan, dan tidak dibayar sepeser pun.
  • Ada kejanggalan di kepolisian, awalnya tersangka dituduh menghasut, tapi sekarang Polisi bilang tersangka “mengetahui”.
  • Saya tidak ada maksud lain ketika ditawari bergabung membantu kuasa hukum Si “F”.
  • Kemarin ketika hari H pertandingan, ada satu anak yang dikeroyok di Palmerah (Jakarta), sudah dikabarkan meninggal, tapi ada yg menolong. Dia memakai baju , tapi entah langsung dilepas atau dipakein baju lain, dinaikin ke bis luar kota, ke arah Tangerang/Banten. Belum fix kalau itu anak Viking Bekasi.
  • Jika ada bobotoh yang bilang “Ai dulur diantep ai batur dibela”, Bobotoh harus paham saya bukan siapa-siapa di organisasi, saya bukan siapa-siapa di Bomber, saya bukan siapa-siapa di Viking, saya bukan siapa-siapa di Persib. Saya bisa saja menuntut, tapi di hukum ada namanya legal standing. harus jelas saya dari mana, tujuannya apa.
  • Jika kemarin ada anggota dari Viking Jakarta mengetwit di twitter masalah Base Camp Viking Jakarta diserang, dilempari batu dan mau dibawa ke jalur hukum, hayu saya siap membantu, tapi coba mana tim nya? mana tim kuasa hukumnya? kalau kasus Jakmania ini kan sudah ada, makanya saya siap membantu. Sekali lagi, saya bukan pengacara yang bisa beracara.
  • Untuk kasus Rangga, harus ada inisiatif dari pihak korban.
  • Saya sifatnya pasif, saya hanya bisa bergerak ketika ada yang sudah membentuk kuasa hukum dan merasa membutuhkan saya.
  • Aing 1000% pasti membantu bobotoh, kalau perlu saya yg mengeluarkan duit jika saya ada rezeki. Ini Jakmania saja saya bantu, apalagi Bobotoh.
  • Intinya ada 3 alasan kenapa saya menerima membantu kuasa hukum Si “F”:

1. Tentang anak Viking Bekasi yang hilang.

2. Tentang kebenaran untuk semua yang terjadi, karena si “F” ini bukan siapa-siapa yang bisa menggerakkan massa.

3. Ingin tau kerja mereka (Jakmania) sampai rapih begitu (ketika menyerang Bobotoh sepulang dari Palembang).

(Bobotoh.id/RF)

 

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.