SODARAH, MAHAKA MENAYAKAN KENAPA AKAN ADA KERIBUTAN DI JAKARTA CEUNAH? HEU?

Berkaca pada laga final di GBK antara vs PSMS Medan tahun 1985 silam. Saat itu tidak terjadi kerusuhan. Yang menakjubkan, laga itu disaksikan 120 ribu orang dan masih jadi rekor penonton terbanyak hingga kini.

“Zaman Ajat Sudrajat, Robby Darwis rekornya masih ada itu 120 ribu (penonton). Kenapa waktu itu enggak ribut? Kenapa hari ini kesannya kita ribut padahal abadnya sudah berganti, ini abad 21,” ungkap Hasani.

“Itu yang saya enggak habis pikir, 120 ribu di Stadion Senayan Persib lawan PSMS. Kenapa kita hari ini dihantui hal-hal (kekhawatiran rusuh) seperti itu. Berpikir positif saja,” jelasnya.

Ia bahkan ingin kembali menjadikan GBK sebagai stadion tempat laga bergengsi di Indonesia. “Dari awal kita ingin buat Jakarta itu jadi final destination. Kalau di Inggris kan ada road to Wembley, apa salah kalau kita bikin lagi road to Senayan? Sudah lama bener kita enggak dengar itu,” tuturnya.

“Cuma kalau dihantui hal-hal sepert ini terus kita enggak maju-maju, kita mundur terus. Tidak ada satu pekerjaan yang tidak ada risiko. Cuma bagaimana kita meminimalisasi risiko itu,” tegasnya. (.id/Reno fr/Okezone.com)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.