TAMAN FILM: JANGAN SALING SALAHKAN, BENAHI SISTEMNYA!

EDITORIAL .ID
1. # Rusak, Walikota @ridwankamil tidak akan mengizinkan ‘Bobotoh dan Viking’ menggunakan venue itu dipakai nobar dulu.
2. Kerusakan Taman Film ini adalah kali kedua setelah juga berantakkan saat final LSI 2014.
3. Sebagai tambahan informasi, tanaman di jl. Asia Afrika yang baru dipasang juga rusak saat perhelatan KAA lalu.
4. Menghadapi kedua peristiwa, Walikota memberikan reaksi sama: Memberi sanksi dengan pelibatan masyarakat.
5. Kegundahan Walikota, sangat masuk akal, mengingat taman-taman ini dibangun dengan menggunakan dana pajak masyarakat, dan telah menjadi salah satu ruang publik yang banyak digunakan untuk melepas penat.
6. Pertanyaannya: Setelah sanksi ngepel Jl. Braga, mengapa peristiwa ‘kerusakan’ akibat Nobar di Taman Film masih terjadi?
7. Paling tidak, ada beberapa faktor penyebab: Pertama, sebagian kecil masyarakat belum siap dengan budaya baru; budaya menjaga dan rasa tanggungjawab bersama.
8. Kedua: Venuenya terlalu kecil dibanding animo masyarakat.
9. Ketiga, tidak ada langkah pengorganisasian dan antisipasi yang cukup untuk mengatur dan mengelola keurumunan massa.
8. Dengan demikian, langkah yang ideal diambil adalah mengatur keamanan dan pelibatan tanggungjawab secara bersama, dan jika mungkin, buatlah event itu di area yang luas dengan pengamanan yang cukup.
9. Jadi, tentu mudah melarang ini dan itu, tetapi seperti program yang dilakukan Pemkot dengan memperbanyak ruang bagi warga, maka akan tepat jika juga dilengkapi dengan Sistem pengorganisasiannya.
10.Sistem dan pengelolaan kerumunan, sesungguhnya adalah pekerjaan intinya. Di situ, Walikota memegang peran sentral. Sudahkah dilakukan? Jika belum, mari kita mulai, agar tetap Juara!
(Bobotoh.id/B-1/Reno fr)

Komentar

bobotoh.id

Persib, bobotohnya, serta kejadian aktual sa alam dunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.